China dianggap telah berhasil berjuang melawan Covid-19 sejak awal Januari 2020. Pemerintah China memutuskan untuk melakukan penguncian wilayah (lockdown) sejak 23 Januari.
Lonjakan kasus baru di China sempat terjadi secara signifikan pada 12 Februari sebesar 14.108 kasus baru hingga total mencapai lebih dari 51 ribu kasus saat itu. Kendati sempat beberapa kali mengalami lonjakan besar, jumlah kasus baru dan korban jiwa di China terus menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncaknya pada 28 Maret, kasus Covid-19 di Italia sempat meroket hingga melampaui China. Berdasarkan data Johns Hopkins University, Italia saat itu memiliki 86.498 kasus, sementara China memiliki 81.946 kasus.
Hingga akhir Maret, Italia menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi di dunia yakni mencapai 10,5 persen. Dalam tempo sehari pada 27 Maret lalu, tercatat 969 orang yang positif corona meninggal.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Sekitar 10 kota di Italia utara termasuk kawasan Lombardia, Vo Euganeo, kota Veneto, dan Provinsi Padova mulai melaporkan penurunan kasus baru dan pasien Covid-19 yang meninggal ditambah pasien sembuh yang terus bertambah.
Namun pada 6 April Italia mencatat angka kematian terendah sebanyak 525 jiwa, jauh dari angka terendah sebelumnya pada 19 Maret sebanyak 427 korban jiwa. Angkat tersebut juga menurun 23 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 681 korban jiwa dalam tempo sehari.
Seperti halnya Italia, Prancis juga sempat mencatat lonjakan drastis kasus corona pada 8 Maret sebanyak 1.178 kasus dan 19 kematian. Jumlah ini melonjak drastis pada 16 Maret menjadi 6.473 kasus dan 149 korban jiwa.
[Gambas:Video CNN]
Data tersebut merupakan angka lonjakan kematian terbesar dalam sehari yakni bertambah 29 orang dari sehari sebelumnya sebanyak 119 korban jiwa. Sementara kasus baru bertambah 900 sehingga total menjadi 5.400 orang.
Melihat lonjakan tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron kemudian memberlakukan lockdown mulai 17 Maret. Sempat memberi sejumlah kelonggaran saat lockdown, Macron kemudian memperketat aturan tersebut.
Dengan kematian tersebut, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Prancis naik menjadi 3.024. Selain korban meninggal, pemerintah setempat juga melaporkan sampai dengan awal April lalu sebanyak 20.946 kasus dengan 5.056 diantaranya dirawat secara intensif.
Angka kematian akibat corona kembali melonjak hingga dua kali lipat pada 3 April lalu. Total kematian mencapai 6.503 jiwa dengan 61.650 dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Memasuki pertengahan April, Prancis mulai mencatat adanya perlambatan kasus baru dan angka kematian. Pada 12 April Prancis melaporkan hanya 2.973 kasus baru sehingga total menjadi 91.012 kasus corona. (evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian