Lebih dari seperempat pasien yang meninggal berasal dari Amerika Serikat (AS) yaitu 86.098 pasien dari 1.441.055 pasien yang terinfeksi.
CNN mencatat tingkat kematian karena virus corona di Negeri Paman Sam melesat sejak April lalu, di mana dalam sehari virus ini dapat menewaskan 1.500 orang. Ahli memperkirakan jumlah kematian karena virus corona di AS akan menembus 147 ribu pada Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Inggris mencatatkan jumlah kematian karena virus corona terbanyak di Eropa dengan 33.614 pasien dari total 233.151 kasus.
Di Asia, Turki menjadi negara dengan kasus corona terbanyak yaitu 144.749 kasus. Namun, angka kematian tertinggi tercatat di Iran dengan 6.854 pasien yang meninggal.
Di China, negara yang menjadi pusat penyebaran virus pertama, jumlah kasus corona tercatat 82.929 pasien. Sebanyak 78.195 pasien dinyatakan sembuh dan 4.633 pasien meninggal.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melihat kemungkinan virus ini tidak akan bisa hilang. Artinya, populasi harus mulai beradaptasi dengan kehadiran virus tersebut di kehidupannya.
"Penting untuk membahas ini, virus (corona) dapat menjadi endemi virus lain di komunitas kita dan virus ini kemungkinan tidak akan pernah pergi," ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/5). (sfr)