Sebelumnya, pemerintah Malaysia melarang salat berjemaah di masjid sejak pertengahan Maret lalu untuk menekan penyebaran virus corona. Keputusan itu diambil setelah lebih dari 2.300 terinfeksi corona usai gelaran tablig akbar di Masjid Sri Petaling yang dihadiri oleh 16 ribu peserta dari berbagai negara.
"Kendati ibadah dalam Islam tidak hanya dilakukan di masjid atau musala, ini (salat berjemaah) memiliki makna penting dalam pengembangan spiritual umat muslim," ujar Menteri Agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri seperti laporan Reuters yang dilansir Straitstimes pada Kamis (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengizinkan salat berjamaah di masjid, pemerintah Malaysia juga mengizinkan sejumlah bisnis kembali beroperasi usai menerapkan pembatasan aktivitas yang ketat.
Berdasarkan data yang dihimpun Worldometer, per Kamis (14/5), virus corona telah menginfeksi 6.819 pasien di Malaysia. Sebanyak 5.351 pasien sembuh dan 112 pasien meninggal. (sfr)