"Saya memiliki hubungan yang sangat baik (dengan Xi), tapi sekarang, saya tidak ingin berbicara dengannya (Xi)," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox Business yang dilansir dari AFP, Jumat (15/5).
Trump mengaku kecewa dengan sikap China terkait pandemi itu. Saat ditanya bagaimana AS akan membalas China, Trump tak segan-segan melontarkan ancaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pekan terakhir, Trump kerap menuding China telah menyembunyikan skala penyebaran wabah corona. Ia menyatakan virus SARS-CoV-2 itu bocor dari laboratorium di Wuhan, China. Trump bahkan menyebut telah mengirim mata-mata ke China untuk membuktikan dugaan tersebut.
Sementara, China telah membantah tudingan itu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menegaskan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan penyelidikan dan menyatakan tidak ada bukti nyata yang mengindikasikan bahwa Covid-19 dibuat di laboratorium China.
"Dirjen WHO telah berulang kali menyatakan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu dibuat di laboratorium," kata Zhao dalam siaran pers Kamis (16/4) yang dilansir dari CNN.
Hingga Kamis (14/5), data Worldometers mencatat AS merupakan negara dengan kasus corona terbanyak di dunia yaitu 1.441.055 kasus dengan 80.698 di antaranya meninggal dunia dan 312.535 pasien sembuh.
(afp/sfr)