Kerkhove mengatakan sejumlah negara seperti Korea Selatan, China, Singapura, hingga Hong Kong yang sempat berada di titik nol pandemi baru-baru ini melaporkan kembali kasus baru corona.
"Tetapi yang benar-benar penting adalah bahwa di China, Korea Selatan, dan China telah memiliki sistem untuk mengidentifikasi virus dengan cepat. Mereka juga bisa dengan cepat melakukan pelacakan kontak orang yang terinfeksi," ujar Kerkhove saat berbicara di panel diskusi CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kemunculan kembali virus corona menjadi pelajaran bagi seluruh dunia bahwa SARS-nCov-2 belum benar-benar berhasil ditaklukkan.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
"Virus suka mencari peluang untuk bangkit kembali dan terus meningkat. Dan kita semua harus siap untuk itu (potensi gelombang kedua," ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan potensi kemunculan gelombang kedua Covid-19 bisa menjadi pertimbangan bagi negara-negara yang hingga kini tengah berencana mencabut penguncian wilayah (lockdown).
Pernyataan Kerkhove disampaikan setelah muncul laporan klaster baru corona di sejumlah negara yang sempat mencatat nihil kasus corona seperti China, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura.
Data yang dihimpun Worldometers diketahui saat ini kasus corona global tercatat sudah mencapai 4.520.686 dengan 303.065 kematian dan 1.701.985 pasien dinyatakan sembuh.
Amerika Serikat, Spanyol, dan Rusia menjadi tiga negara ddengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Sementara Indonesia hingga kini memiliki 16.006 kasus dengan 1.043 pasien meninggal dan 3.518 orang sembuh. (cnn/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian