Negosiator AS, Zalmay Khalilzad mengatakan aksi pengeboman tersebut mengusik proses damai yang antara AS, Taliban, dan Afghanistan.
Khalilzad mengatakan pemerintah AS menilai ISIS cabang Khorasan, Afghanistan telah menentang perjanjian upaya damai dan mendorong adanya sektarian seperti di Irak dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada lagi alasan. Warga Afghanistan dan dunia pantas mendapatkan yang lebih baik."
Sejauh ini, ISIS belum angkat suara terkait klaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di rumah sakit bersalin.
[Gambas:Video CNN]
Sejauh ini, kelompok ekstrimis tersebut hanya mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman di pemakaman yang menewaskan 32 pelayat.
Aksi pengeboman yang menimpa RS bersalin memicu amarah dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.
Ghani mengatakan pemerintahannya diakui secara internasional dan akan melanjutkan sikap ofensif terhadap Taliban.
Taliban pada 29 Februari lalu menandatangani perjanjian damai dengan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (afp/evn)