"Kita harus jujur mengapa wabah ini menjadi tidak terkendali. Organisasi ini (WHO) gagal mendapatkan informasi yang dibutuhkan negara lain, dan kegagalan itu menyebabkan banyak nyawa melayang," kata Azar dalam pidato melalui telekonferensi di forum Majelis Kesehatan Dunia (WHA), seperti dilansir Associated Press, Selasa (19/5).
Azar juga menyinggung soal keterbukaan data dan informasi virus corona. Namun, dia tidak secara langsung menuduh pihak yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azar menyatakan AS mendukung penuh evaluasi mandiri terhadap seluruh aspek tanggapan WHO terkait penanganan pandemi.
"Hal ini tidak boleh terjadi lagi. Status quo tidak bisa ditoleransi. WHO harus berubah dan harus lebih terbuka serta bertanggung jawab," ujar Azar.
Selain itu, Azar juga menyinggung soal sikap WHO yang melarang keikutsertaan Taiwan sebagai salah satu negara anggota sejak 2016. Menurut dia, masyarakat Taiwan juga mempunyai hak yang sama dan tidak bisa dikorbankan hanya gara-gara kemelut politik.
WHO diduga menolak permohonan Taiwan menjadi negara pemantau karena ada tekanan dari China. China mengklaim Taiwan adalah bagian dari mereka dan tidak pernah mengakui kedaulatan pemerintahan di negara itu.
Taiwan juga tidak diundang ke dalam forum WHA yang digelar pada 18 sampai 19 Mei secara telekonferensi.
Presiden China, Xi Jinping, menyatakan mendukung usulan resolusi sejumlah anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang yang meminta penyelidikan tentang asal mula dan penanganan pandemi virus corona.
Akan tetapi, dia meminta proses itu harus menunggu sampai pandemi virus corona benar-benar terkendali.
"Kami sudah berupaya terbuka, transparan dan bertanggung jawab, kami telah memberikan informasi kepada WHO dan negara-negara yang relevan selama beberapa waktu, kami sudah menyampaikan pengurutan DNA virus secepat mungkin, kami sudah berbagi pengalaman tentang cara dan penanganan tanpa imbalan, kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan kami untuk membantu negara yang membutuhkan pertolongan," kata Xi dalam pidato di ajang rapat Majelis Kesehatan Dunia melalui telekonferensi. (ayp/ayp)