Kasus Corona dengan Gejala di China Dilaporkan Nihil

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 16:37 WIB
People wearing face masks mourn patients and medical staff killed by coronavirus during a nationwide three minutes silence along a business street in Beijing on April 4, 2020. - China came to a standstill to mourn patients and medical staff killed by the coronavirus, with the world's most populous country observing a nationwide three-minute silence. (Photo by WANG ZHAO / AFP) Warga di China pada 4 April mengheningkan cipta untuk berkabung bagi korban virus corona (Covid-19).(WANG ZHAO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China pada Sabtu (23/5), untuk pertama kalinya tidak melaporkan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) dengan gejala sejak wabah itu merebak akhir tahun lalu.

AFP mengabarkan hal itu terjadi sehari setelah para pemimpin di China merayakan 'kemenangan besar' melawan Covid-19 di sidang parlemen.

China mulai melaporkan kasus Covid-19 pada Januari setelah virus merebak dari pusat kota Wuhan di Hubei sejak akhir 2019. Namun pada pertengahan Februari, jumlah kasus mulai reda seiring China yang sepertinya bisa mengendalikan wabah.


Seperti dilansir CNN, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat jumlah pasien kasus virus corona di negara itu mencapai 82.971 orang. Sebanyak 78.258 orang di antaranya dilaporkan sembuh. Sedangkan kasus infeksi tanpa gejala di seluruh China sampai saat ini tercatat mencapai 28 orang.

Kemudian jumlah korban meninggal mencapai 4.634 orang.


Kasus kematian karena Covid-19 di China yang populasinya 1,4 miliar penduduk sejauh ini mencapai 4.634 orang, itu jauh lebih kecil ketimbang status beberapa negara lain yang populasinya lebih kecil.

Jumlah kematian Covid-19 di atas China dialami Iran, Meksiko, Belgia, Prancis, Italia, Inggris, dan yang tertinggi Amerika Serikat.

AS menjadi pihak yang meragukan laporan data Covid-19 dari China. Negara yang dipimpin Donald Trump ini juga mempertanyakan seberapa valid informasi yang dibagikan China ke komunitas internasional.

Pencapaian tanpa kasus baru di China datang setelah sidang parlemen (National People's Congress/NPC) digelar. Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan negara telah 'membuat pencapaian strategis merespons Covid-19'. Meski begitu dia bilang negara masih menghadapi tantangan 'besar'.


Otoritas di Wuhan mendapat kecaman karena membungkam dokter yang pertama kali mengangkat risiko virus corona pada akhir tahun lalu. China telah membantah keras tuduhan terkait menutup-nutupi informasi dan mengatakan selalu berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sampai 23 Mei Covid-19 telah menginfeksi 5,3 juta orang di seluruh dunia dengan jumlah kematian 340 ribu. Sebanyak 2,15 juta orang telah dinyatakan sembuh. (AFP/fea)

[Gambas:Video CNN]