Duterte Pastikan Sekolah Tak Dibuka sampai Vaksin Ditemukan

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 09:29 WIB
Philippine President Rodrigo Duterte delivers a speech during the 25th International Conference on The Future Of Asia in Tokyo on May 31, 2019. (Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP) Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak mengizinkan para pelajar kembali ke sekolah sampai vaksin virus corona ditemukan.

Pernyataan Duterte ini disampaikan di tengah rencana pembukaan kembali sekolah-sekolah yang diagendakan pada akhir Agustus mendatang. Sistem belajar di tingkat sekolah dasar dan menengah di Filipina dihentikan untuk mencegah penularan virus corona sejak Maret lalu.

Dalam pidatonya Senin (25/5), Duterte mengatakan risiko terlalu besar jika aktivitas belajar di sekolah, kendati harus mengorbankan akademik siswa yang akan kembali normal.


"Kecuali saya yakin bahwa mereka benar-benar aman, percuma saja membicarakan pembukaan kelas. Bagi saya, vaksin dulu. Kalau vaksinnya sudah ada, maka tidak apa-apa," ujar Duterte dalam pidatonya seperti mengutip AFP.

Sejauh ini para peneliti global tengah berupaya mengembangkan vaksin corona dengan cepat. Kendati belum dapat dipastikan kapan vaksin yang potensial terbukti efektif dan bisa didistribusikan dalam skala besar.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Di Filipina, sekolah umum biasanya berjalan dari Juni hingga April. Namun pihak berwenang menunda aktivitas belajar di kelas seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 dan pemberlakukan lockdown ketat yang membuat sebagian besar aktivitas terhenti.

Di tengah upaya pelonggaran lockdown, kementerian pendidikan mengumumkan langkah belajar jarak jauh termasuk kelas daring untuk tahun ajaran mendatang.

Namun langkah tersebut memicu masalah baru seiring dengan kemiskinan dan keterbatasan akses komputer saat belajar dari rumah. Padahal, belajar dari rumah merupakan kunci keberlangsungan kelas daring.

Data statistik Worldometers mencatat saat ini Filipina memiliki 14.669 kasus dengan 886 korban jiwa dan 3.412 pasien dinyatakan sembuh. (ans/evn)

[Gambas:Video CNN]