Mengutip Gizmodo, Senin (1/6), dua astronaut NASA, Bob Behnken dan Doug Hurley mendapat sambutan hanya di ISS proses pengaitan (docking) yang sukses. Hurley mengatakan kepada para pejabat NASA di bumi bahwa ia sangat bahagia terkait kinerja pesawat ruang angkasa SpaceX.
Kejadian ini sekaligus menandai berakhirnya ketergantungan AS pada negara-negara asing untuk penerbangan luar angkasa. Seperti diketahui, ini proyek pertama di luar angkasa oleh NASA setelah proyek Space Shuttle dihentikan pada 2011 silam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan segera mendarat di Mars dan kami akan segera memiliki senjata terbesar yang pernah dibayangkan dalam sejarah," kata Trump.
"Di tahun-tahun mendatang, Amerika akan menjadi lebih besar, lebih berani, lebih jauh, lebih cepat, dan Amerika akan menjadi yang pertama. Amerika akan selalu menjadi yang pertama," imbuhnya.
Tak ada seorang pun yang menolak jika peluncuran itu merupakan peristiwa penting. Pasalnya, ini merupakan sejarah perusahaan swasta yang mengoperasikan roket dan moda transportasi luar angkasa untuk membawa astronaut keluar dari orbit bumi. Tetapi komentar Trump tersebut seolah membingkai pencapaian tersebut sebagai perlombaan luar angkasa abad ke-21.
"Histeria yang muncul setelah kesuksesan peluncuran pesawat ruang angkasa Dragon Crew sulit dipahami," ujar juru bicara badan ruang angkasa Roscosmos Rusia Vladimir Ustimenko saat menanggapi komentar Trump.
Namun, tetap saja ia memuji tonggak sejarah baru AS dan menyebut peluncuran roket luar angkasa itu luar biasa. Dalam kesempatan itu, ia juga tidak mau kalah dengan kebanggaan Trump dengan rencana luar angkasa Rusia di masa depan.
"Kami juga tidak akan berpuas diri. Kami akan menguji dua roket baru tahun ini, dan tahun depan kami akan melanjutkan program bulan kami. Ini akan menarik," katanya.
[Gambas:Twitter]
Tetapi, perang dingin komentar Trump dan Vladimir Ustimenko tak menghancurkan kehangatan para astronaut dari kedua negara di luar angkasa. Saat tiba di ISS, Behnken dan Hurley disambut astronaut Amerika Chris Cassidy bersama dengan dua kosmonot Rusia, Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner.
Para awak akan banyak berkolaborasi selama mereka tinggal di luar angkasa mulai dari melakukan pemeliharaan rutin bersama, bekerja sebagai tim di laboratorium yang mengorbit, dan berbagi makanan selama tinggal di ISS. (ulf/mik)