Ribuan orang berdemo di Auckland, Selandia Baru pada Senin (1/6) sebagai aksi solidaritas untuk memprotes pembunuhan George Floyd di AS serta melawan kekerasan polisi dan rasisme di negara mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, itu tak menghentikan tuntutan pendemo yang meminta keadilan dan menghentikan perlakuan rasial.
"I can't breathe (Saya tidak bisa bernapas)," seperti ucapan terakhir Floyd kala dibunuh polisi.
"Virus sebenarnya adalah rasialisme," ujar lainnya.
Ratusan lainnya bergabung dengan protes damai di tempat lain di Selandia Baru. Senin ini juga bertepatan dengan hari libur nasional di sana.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka, dengan beberapa demonstran mengatakan: "I can't breathe," mengulangi kata-kata Floyd.
Di Kanada, protes antirasialisme berubah menjadi bentrokan antara polisi Montreal dan beberapa demonstran. Polisi menyatakan pertemuan itu ilegal setelah mereka mengatakan proyektil dilemparkan ke petugas yang menanggapi dengan semprotan merica dan gas air mata. Beberapa jendela hancur dan beberapa kebakaran terjadi.
Di negara-negara yang otoriter, kerusuhan menjadi kesempatan untuk melemahkan kritik AS. atas situasi mereka sendiri. Televisi pemerintah Iran berulang kali menayangkan gambar-gambar kerusuhan AS. Rusia mengatakan Amerika Serikat memiliki masalah hak asasi manusia yang sistemik.
China pun membalikkan propaganda Amerika tentang demonstrasi antipemerintah Hong Kong, yang telah lama dikatakan pemerintah di negara itu didukung oleh AS.
Surat kabar resmi Korea Utara Rodong Sinmun pada Senin (1/6) pun melaporkan tentang demonstrasi. Disebutkan media itu bahwa pengunjuk rasa "dengan keras mengutuk" seorang polisi kulit putih atas pembunuhan tanpa hukum dan secara brutal terhadap seorang warga kulit hitam.
Tiga foto dari Minneapolis Star Tribune, kantor berita Reuters dan Agence France-Presse menunjukkan aksi protes dalam beberapa hari terakhir di kota tempat Floyd terbunuh.
Artikel itu mengatakan ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan Gedung Putih sambil meneriakkan: "Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian," dan demonstrasi juga terjadi di kota-kota lain. Tak ada komentar langsung yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump. (agn/bac)