Seorang sumber dekat kepada CNN mengatakan jika Trump marah dan mengatakan kepada para pembantu di Gedung Putih untuk terlihat di luar Gedung Putih pada Senin (1/6) usai aksi demo yang berujung kerusuhan disertai aksi penjarahan.
Trump pada Senin dilaporkan berjalan kaki dari Gedung Putih ke Gereja St. John yang menjadi sasaran vandalisme dan amuk massa. Sesaat sebelumnya ia memberikan pernyataan sebagai respons atas aksi demo berujung kerusuhan dan penjarahan di Washington DC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip CNN, sumber mengatakan para ajudan pada Jumat lalu membawa Trump ke perlindungan bawah tanah (bunker) dan berlindung selama satu jam saat demonstran kematian George Floyd mengepung Gedung Putih.
Setelah itu Trump dibawa ke ruangannya ketika situasi sudah terkendali. Mereka juga membawa ibu negara, Melania, dan anak bungsu Trump, Barron, ke bunker.
"Jika status keamanan di Gedung Putih sudah mencapai merah, maka presiden harus dipindahkan ke Pusat Operasi Darurat (EOC). Melania Trump, Barron Trump dan seluruh anggota keluarga presiden juga harus dipindahkan," kata sumber itu.
Dalam sebuah rapat telekonferensi terkait penanganan unjuk rasa, Trump menganggap sebagian besar gubernur negara bagian AS dan aparat lemah dalam menindak demonstrasi yang berlangsung rusuh di beberapa wilayah.
"Jika pemerintah kota atau negara bagian menolak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi properti dan warganya, saya akan mengerahkan personel militer AS dan dengan cepat menyelesaikan masalah ini," ujar Trump. (cnn/evn)