Dalam sebuah pernyataan, Bush mengatakan jika gelombang protes yang memicu kerusuhan dan aksi penjarahan selama sepekan terakhir sebagai sebuah kegagalan.
"Itu (aksi demo) merupakan sebuah kegagalan saat bayak orang keturunan Afrika-Amerika, terutama laki-laki muda dilecehkan dan diancam di negara mereka sendiri," tulis Bush dalam pernyataannya seperti mengutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah saatnya bagi Amerika untuk memeriksa kembali kegagalan tragis atas isu rasisme ini."
Dalam kritiknya itu Bush tidak secara gamblang menyalahkan Presiden Donald Trump yang sama-sama politisi dari Partai Republik.
[Gambas:Video CNN]
Ia mendesak untuk mendengarkan suara dari etnis minoritas dan orang-orang yang berduka atas insiden kematian Floyd.
"Mereka yang berusaha membungkam suara-suara itu (etnis minoritas) tidak mengerti arti Amerika - atau bagaimana itu menjadi tempat yang lebih baik," ujarnya.
Demonstrasi pertama kali pecah di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru AS, bahkan dunia.
Semula protes berlangsung damai namun kerusuhan disertai aksi penjarahan tidak terelakkan dalam unjuk rasa yang terjadi di beberapa wilayah di AS.
Trump sempat mengisyaratkan untuk mengerahkan pasukan militer demi menindak demonstran. Namun permintaan itu mendapat penolakan dari sejumlah gubernur negara bagian. (afp/evn)