Pendeta George Floyd Serukan Protes Baru Keluarga Kulit Hitam

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 19:09 WIB
A protester carries the carries a U.S. flag upside, a sign of distress, next to a burning building Thursday, May 28, 2020, in Minneapolis. Protests over the death of George Floyd, a black man who died in police custody Monday, broke out in Minneapolis for a third straight night. (AP Photo/Julio Cortez) Ilustrasi demo menentang kematian George Floyd di Amerika Serikat. (AP/Julio Cortez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendeta sekaligus aktivis hak asasi manusia, Al Sharpton, mengumumkan bahwa ia akan menggelar protes anti-rasisme baru di Washington, Amerika Serikat.

Protes itu akan dihadiri oleh keluarga warga kulit hitam AS yang terbunuh oleh polisi selama ini.

Seruan demo itu diutarakan Sharpton saat memimpin upacara penghormatan terakhir George Floyd di Kapel North Central University, Minneapolis, pada Kamis (5/6).


Floyd meninggal pada 27 Mei lalu karena kehabisan napas setelah lehernya ditekan lutut seorang polisi yang tengah menangkapnya.


Kematian Floyd memicu demonstrasi besar anti-rasisme di penjuru AS selama sembilan hari terakhir.

Dalam seruannya, Sharpton menuturkan demo itu akan digelar sekitar 28 Agustus mendatang, bertepatan dengan peringatan 57 tahun demonstrasi Gerakan Hak Sipil yang digagas mendiang aktivis kulit hitam, Martin Luther King Jr., pada 1963 lalu.

Sharpton menuturkan keluarga Floyd juga akan hadir dalam protes tersebut.

"Pada 28 Agustus, 57 tahun peringatan March on Washington, kami akan kembali ke Washington. Kami akan kembali pada 28 Agustus untuk menghidupkan kembali mimpi (Martin Luther King Jr.)," kata Sharpton seperti dilansir CNN.


"Kita harus kembali ke sana dan berdiri, baik orang kulit hitam, putih, Latin, Arab, dalam bayang-bayang Lincoln dan memberi tahu mereka semua bahwa ini saatnya menghentikan (rasisme dan diskriminasi) ini," ujarnya.

Sharpton mengatakan demonstrasi pada Agustus nanti akan dipimpin oleh para anggota keluarga korban kekerasan rasisme dan diskriminasi "yang tahu rasa sakitnya" dan "tahu bagaimana rasanya diabaikan".

Sharpton menuturkan demo tersebut juga "akan mempersiapkan kita untuk memilih, tidak hanya siapa yang akan berada di Gedung Putih dan dewan perwakilan kota" demi memperbaiki birokrasi dan pengawasan terhadap para perlakuan aparat.

Ratusan orang termasuk keluarga dan kerabat Floyd hadir dalam upacara penghormatan terakhir yang berlangsung selama dua jam.


Para pelayat dan keluarga yang menghadiri upacara mengingat Floyd sebagai sosok teman, ayah, dan paman yang lembut.

Di akhir upacara, para pelayat diminta untuk berdiri dan mengheningkan cipta selama delapan menit 46 detik. Jumlah waktu itu sama dengan lama waktu polisi menekan leher Floyd dengan lututnya.

Sementara itu, proses pemakaman Floyd sendiri dikabarkan akan digelar pada 9 Juni mendatang di Houston, Texas. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]