"Yang pertama, kami pasti akan menarik kantor penghubung bersama Utara-Selatan," kata seorang pejabat unifikasi Korut, yang menangani hubungan antar-Korea, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari kantor berita Korut KCNA, Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan keras ini adalah yang kedua dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya kemungkinan adalah kejengkelan Korut karena menganggap Korsel tak bisa menghentikan ulah para pembelot (warga Korut yang melarikan diri ke Korsel) mengirimkan selebaran lewat balon udara ke wilayah Korut.
Selebaran itu biasanya berisi kritik atau catatan pelanggaran hak asasi manusia dari rezim pemimpin Korut Kim Jong-un.
Sementara itu para pejabat Korsel mengatakan mereka akan mendorong undang-undang yang melarang kegiatan penyebaran selebaran yang dilakukan oleh para pembelot. Namun rencana ini memicu perdebatan tentang potensi pelanggaran kebebasan berekspresi di negara itu.
Kantor penghubung kedua negara sendiri saat ini memang tengah ditutup terkait pandemi virus corona. (afp/stu)