"Kalian pantas mendapatkan perayaan ini, selamat. Ini adalah masa transisi yang penting. Mengingat keadaan negara kita saat ini, saya kesulitan mencari kata-kata bijak yang tepat untuk kalian hari ini," ujar Michelle mengawali pidatonya.
"Jadi hari ini saya berbicara kepada kalian, bukan sebagai mantan ibu negara tapi sebagai orang di kehidupan nyata, seorang ibu, seorang mentor, warga negara yang peduli dengan masa depan negara kita karena saat ini, semua itu telah dilucuti. Banyak dari kita memperhitungkan esensi paling dasar dari siapa kita," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para lulusan sekalian, kemarahan adalah tekanan yang kuat. Ini bisa menjadi kekuatan yang berguna, tapi jika dibiarkan, itu hanya akan menimbulkan kerusakan dan menghancurkan serta menabur kekacauan di dalam dan luar. Tapi ketika kemarahan sudah terfokus, ketika disalurkan ke sesuatu yang lebih, oh, itu adalah hal yang mengubah sejarah," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
"Dr. King (Martin Luther King) marah. Sojourner Truth marah. Lucretia Mott, Cesar Chavez, orang-orang di Stonewall, mereka semua marah. Tapi orang-orang itu juga didorong oleh rasa belas kasih, pada prinsipnya, oleh harapan. Jadi mereka memanfaatkan sumber daya apapun yang mereka miliki."
Di akhir sambutannya, ibu dua anak ini juga meminta para lulusan untuk mengirim pesan kepada semua orang yang dikenal supaya menggunakan hak konstitusional mereka dan berpartisipasi dalam pemilihan umum pada November nanti.
Pidato itu disampaikan Michelle Obama sebagai bagian dari upacara kelulusan yang diselenggarakan secara virtual yang bertajuk 'Dear Class of 2020'.
Acara ini juga menampilkan beberapa tokoh terkenal seperti mantan presiden Barack Obama, Alicia Keys, Missy Elliott, Jennifer Lopez, Megan Thee Stallion, dan Taylor Swift.
Dear Class of 2020 merupakan perhelatan terbaru dalam rangkaian upacara kelulusan virtual di beberapa pekan terakhir, setelah sekolah di seluruh AS ditutup akibat pandemi Covid-19. (ans/evn)