Morrison mengatakan pelajar asing diizinkan datang kembali ke Australia untuk melanjutkan studi di sana.
"Ini (studi) adalah sesuatu yang saya yakin kita semua akan melihatnya terjadi lagi, tetapi itu harus dilakukan dengan pengaturan karantina dan biosekuriti yang sesuai dan semua masalah tersebut sedang ditangani," kata Morrison usai pertemuan terkait pandemi corona dengan pemimpin negara seperti mengutip Associated Press.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Morrison ini sekaligus menjawab pernyataan China yang telah memperingatkan warganya terkait risiko rasisme di Australia. Selain melarang warganya melanjutkan studi, China juga melarang impor daging sapi dari Australia.
China mengeluarkan keputusan tersebut setelah Australia menyerukan penyelidikan terhadap asal muasal dan penanganan pandemi virus corona di Negeri Tirai Bambu.
Morrison mengaku tidak khawatir dengan peringatan pemerintah China yang berupaya melarang warganya datang ke Australia.
"Terkait multikulturalisme, kebebasan beragama, kebebasan, semua orang diperlakukan setara di Australia," katanya.
Dikutip dari CGTN, desakan tersebut menyusul peringatan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan tentang risiko yang bisa dihadapi pelajar China jika bepergian ke negara itu.
Para pelajar China diminta mempertimbangkan kembali jika memilih Australia sebagai negara tujuan studi. Peringatan serupa juga berlaku bagi wisatawan China yang diimbau untuk menghindari Australia.
Peringatan itu juga mengutip risiko diskriminasi rasial terhadap orang Asia yang ditimbulkan akibat pandemi virus corona. (ap/evn)