"Saya merasa ini adalah waktu yang sangat tinggi [peluang] untuk memastikan pemisahan dengan otoritas Korea Selatan. Kami akan melakukan sebuah langkah berikutnya," ujar Kim Yo-jong yang disiarkan kantor berita Korut, KCNA, seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan menggunakan kekuatan saya yang disahkan oleh Pemimpin Tertinggi, Partai kita dan negara bagian, saya memberikan instruksi kepada semua departemen yang bertanggung jawab atas urusan dengan musuh untuk secara tegas melakukan tindakan selanjutnya," kata Kim Yo Jong,
"Hak yang benar untuk melakukan tindakan selanjutnya untuk menanggapi musuh akan dipercayakan kepada Komandan Staf Kami dari Tentara," imbuhnya.
Korut mengatakan pemutusan jalur itu yang mulai berlaku mulai hari ini mulai pukul 12.00 waktu setempat.
Sementara itu para pejabat Korsel mengatakan mereka akan mendorong undang-undang yang melarang kegiatan penyebaran selebaran yang dilakukan oleh para pembelot. Namun rencana ini memicu perdebatan tentang potensi pelanggaran kebebasan berekspresi di negara itu.
Sementara itu setelah sempat tak terlihat, per Senin (8/6), Kim Jong-un kembali memimpin rapat Politbiro partai Komunis. (bac/kid)