Aksi antirasialisme yang terinspirasi dari gerakan Black Lives Matters di Amerika Serikat pascatewasnya warga kulit hitam, George Floyd, oleh polisi telah menjadi gerakan global, termasuk pula di Italia.
Seperti dilansir AFP, patung Montanelli, menjadi sasaran perusakan diduga karena menjadikan seorang perempuan sebagai budak seks pada masa rezim fasis di bawah kepemimpinan Benito Mussoliini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisa-sisa bekas vandalisme itu sendiri telah dibersihkan petugas pada Minggu (14/6) pagi.
Montanelli, yang wafat pada 2001 silam pada usia ke-92, adalah salah satu jurnalis Italia yang berpengaruh pada abad ke-20. Dia adalah pendiri surat kabar Il Giornale dan pernah menjadi wartawan untuk Corriere della Sera.
Itu dilakukan setelah ikut dalam invasi kolonial Italia di bawah kepemimpinan Mussolini ke Ethiopia pada 1935 slam.
"Di Milan, ada sebuah taman dan patung yang didedikasikan untuk Montanelli, yang sampai akhir hayatnya mengaku bangga telah memberli dan menikahi seorang anak Eritrea berusia 12 dan mengubahnya menjadi budak seks selama agresi rezim fasis melawan Ethiopia," demikian pernyataan keomok Sentinelli dalam grup media sosial mereka.
Atas vandalisme pada patung Montanelli tersebut, sekelompok mahasiswa universitas mengklaim mereka berada di belakangnya. Polisi Italia pun masih menginvestigasi insiden tersebut. (afp/kid)