CLOSE AD
MEGA BILLBOARD
320x480

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Internasional
BILLBOARD
320x150

Kapal China Serang Vietnam di Laut China Selatan

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2020 08:35 WIB
KRI Karel Satsuitubun-356 (kanan) terlihat dari KRI Usman Harun-359 dibayangi Kapal Coast Guard China-5305 (kiri) saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd.
Ilustrsi kapal China di Laut China Selatan. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan dua kapal Tiongkok menyerang kapal nelayan mereka di Laut China Selatan, dan menyita hasil tangkapan serta peralatan.

Seperti dikutip dari NHK, insiden itu terjadi di dekat Kepulauan Paracel pada Rabu lalu.

Kepulauan Paracel terletak di antara garis pantai Vietnam dan China. Kepulauan itu terdiri dari 30 pulau yang menyebar dan dikendalikan oleh Beijing tetapi juga diklaim oleh Taipei dan Hanoi.

PARALLAX BANNER
300x250

Tiongkok mengaku sebagai pemilik hampir seluruh kawasan Laut China Selatan, perairan di mana Vietnam, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Indonesia juga memiliki klaim.

Vietnam meminta China untuk menyelidiki masalah ini karena khawatir tindakan itu bisa menyebabkan kapal tenggelam.

Mereka juga protes ke China atas insiden lain. Pada April lalu, sebuah kapal nelayan Vietnam ditabrak dan ditenggelamkan oleh kapal pengintai maritim Tiongkok di dekat Kepulauan Paracel.


Vietnam telah mengeluarkan pernyataan akhir bulan ini, memprotes pengumuman China bahwa mereka telah mendirikan dua distrik administratif baru di Laut Cina Selatan, satu di Kepulauan Paracel dan di Kepulauan Spratly. China, Vietnam, dan pihak lain mengklaim Kepulauan Spratly.

Para pengamat khawatir China meningkatkan kegiatan di Laut Cina Selatan sementara negara-negara lain sibuk berurusan dengan virus corona.

China disebut menggunakan taktik baru untuk memperkuat klaim sepihaknya terhadap Laut China Selatan.

Negeri Tirai bambu itu disebut mengerahkan ratusan kapal-kapal ikan yang dikawal kapal penjaga pantai ke Laut China Selatan untuk memperkuat klaim historisnya di perairan kaya sumber daya alam itu.


Indonesia sendiri menolak bernegosiasi dengan China terkait batas maritim di Laut China Selatan.

Indonesia tidak pernah menganggap memiliki sengketa dengan Beijing di Laut China Selatan, meskipun aktivitas kapal-kapal Tiongkok di dekat perairan Natuna kerap mengkhawatirkan Jakarta selama ini. (dea/dea)


STATIC BANNER
300x250

STATIC BANNER
300x250
STATIC BANNER
300x250
TOPIK TERKAIT
STATIC BANNER
300x250
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
Lihat Semua
TERPOPULER
REKOMENDASI UNTUK ANDA
LAINNYA DARI DETIKNETWORK