AS Beri Lampu Hijau Jual 8 Pesawat ke RI Senilai Rp28,8 T

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 19:43 WIB
120209-N-RE822-273 
ATLANTIC OCEAN (Feb. 9, 2012) An MV-22 Osprey assigned to the  Fighting Griffins of Marine Medium Tiltrotor Squadron (VMM) 266 makes a historic first landing aboard the Military Sealift Command dry cargo and ammunition ship USNS Robert E. Peary (T-AKE 5). The Osprey landed aboard Robert E. Peary while conducting an experimental resupply of Marines during exercise Bold Alligator 2012. Bold Alligator, the largest naval amphibious exercise in the past 10 years, represents the Navy and Marine Corps' revitalization of the full range of amphibious operations. The exercise focuses on today's fight with today's forces, while showcasing the advantages of seabasing. This exercise takes place Jan. 30 through Feb. 12, 2012 afloat and ashore in and around Virginia and North Carolina. #BA12 (U.S. Navy photo by Lt. j.g. Michael Sheehan/Released) Helikopter MV-22 milik AS. (Michael Sheehan/Released)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapat lampu hijau terkait pengajuan pembalian delapan unit pesawat militer jenis MV-22 Block C Osprey dari Amerika Serikat (AS).

Total belanja RI untuk pesawat dan sejumlah alat militer lainnya ditaksir mencapai US$2 miliar atau setara Rp28,8 triliun.

Kabar tersebut diumumkan melalui rilis siaran pers Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS (Defense Security Cooperation Agency/DSCA) yang dikeluarkan di Washington DC, AS (6/7) waktu setempat.


DSCA, masih dalam keterangan tersebut, telah mengirim notifikasi akan kemungkinan penjualan Osprey tersebut ke Kongres AS pada hari yang sama.

Selain pengajuan pembelian pesawat, Indonesia dikabarkan juga mengajukan pembelian alat militer lain seperti 20 buah penerima peringatan rudal, sistem navigasi udara, 24 buah AE 1107C Rolls Royce Engine, sebanyak 20 buah sistem navigasi lintas udara, 20 senjata mesin jenis M-240-D 7.64mm.

Tak hanya itu, Indonesia juga meminta pembelian suku cadang pesawat terbang dan suku cadang perbaikan, perbaikan dan pengembalian layanan kapal feri, dukungan tanker, dan beberapa peralatan pendukung lainnya.

Melalui rilis tersebut Pemerintah AS menyebut penjualan alat militer ke Indonesia merupakan kebijakan luar negeri dan keamanan Amerika Serikat dalam mendukung mitra regional, termasuk Indonesia.

Hal ini juga dilakukan untuk menjaga stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di wilayah Asia Pasifik. Penjualan ini juga dilakukan untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif.

Selain itu dalam rilis tersebut juga disebutkan bahwa peralatan militer ini bukan hanya untuk mempertahankan diri dalam hal keamanan negara, tetapi juga berguna untuk kegiatan tanggap bencana dan kemanusiaan di Indonesia.

(tst/ain)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT