Dubes AS di Korsel Cukur Kumis yang Dikritik Mirip Penjajah

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 11:07 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan Harry Harris mencukur kumisnya yang sempat dikritik mirip pemimpin penjajah Jepang. Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan Harry Harris. (AFP/SEBASTIEN BERGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan Harry Harris mencukur kumisnya yang sempat dikritik masyarakat mirip pemimpin penjajah Jepang.

Kumis Harris beberapa bulan lalu dikritik karena menyerupai pejabat Jepang bertangan besi di masa pendudukan di Semenanjung Korea pada 1910-1945. Beberapa pejabat Jepang yang paling menonjol seperti Kaisar Hirohito dan Hideki Tojo juga memiliki kumis.

Di bawah pemerintahan Jepang, banyak warga Korea diperlakukan secara brutal seperti dibunuh dan diperbudak. Masa itu tetap menjadi catatan emosional bagi Korea Selatan dan Korea Utara.


Harris akhirnya mencukur kumisnya akhir pekan lalu karena didorong rasa tidak nyaman saat mengenakan masker kala pandemi virus corona.
 
Dilansir dari CNN, pihak kedutaan memposting sebuah video di Twitter yang mendokumentasikan pengalaman tersebut pada Sabtu (25/7). Dalam video itu, Harris mendatangi seorang tukang cukur di Seoul untuk mencukur kumisnya.
 
"Dengan bantuan dari Penasihat Seniornya @sykimsy, @USAmbROK Harris mengunjungi barbershop lokal untuk 'mendinginkan' (wajah) saat musim panas selama berbulan-bulan (di Seoul)," tulis postingan itu.
 
Dalam video itu, terlihat Harris mengeluh tentang cuaca di Seoul baru-baru ini sebelum akhirnya duduk untuk dicukur kumisnya. Setelah bercukur, Harris juga menulis pesan di akun Twitter pribadinya.
 


"Saya senang dapat bercukur. Bagi saya ini seperti memilih untuk sakit kepala atau melepas masker. Musim panas di Seoul terlalu menyengat dan lembab," tulisnya.
 
Memakai masker, pengujian, dan pelacakan kontak telah menjadi bagian penting dari upaya Korea Selatan melawan virus corona.
 
Sejauh ini, menurut angka dari Johns Hopkins University Korsel telah mencatat lebih dari empat belas ribu kasus dan 299 kematian.
 


Harris telah menjadi duta besar AS untuk Korea Selatan sejak Juli 2018, dia lahir di Jepang dari ibu yang berdarah Jepang juga. Sementara ayahnya berdarah AS dan berprofesi sebagai perwira Angkatan Laut. Harris merupakan warga negara AS.
 
"Saya memahami permusuhan historis antara kedua negara tapi saya bukan duta besar Jepang-Amerika untuk Korea, saya duta besar Amerika untuk Korea," kata Harris dalam sebuah wawancara dengan Korea Times pada Desember.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]