Partai Republik Terang-terangan Tolak Usul Trump Tunda Pemilu

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 11:57 WIB
Usulan Donald Trump untuk menunda penyelenggaraan pemilu AS tak hanya menuai kritik dari rival, tapi juga kubu yang menaungi sang presiden, Partai Republik. Usulan Donald Trump untuk menunda penyelenggaraan pemilu AS tak hanya menuai kritik dari rival, tapi juga kubu yang menaungi sang presiden, Partai Republik. (AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Usulan Donald Trump untuk menunda penyelenggaraan pemilihan umum Amerika Serikat tak hanya menuai kritik dari para rival, tapi juga kubu yang menaungi sang presiden, Partai Republik.

Gelombang protes ini datang karena berdasarkan hukum AS, seorang presiden tak memiliki wewenang untuk menentukan tanggal pemilu. Konstitusi hanya memberikan kewenangan kepada Kongres.

Secara tradisi, AS selalu menggelar pemilu pada hari Selasa pertama setelah 1 November, yang pada tahun ini jatuh di tanggal 3 November.


"Saya pikir kami telah melakukan pemilihan setiap November sejak 1788 dan saya berharap itu akan terjadi lagi tahun ini," ujar seorang senator dari Partai Republik, John Thune.

Sementara itu, Ketua Kehakiman Senat yang dikenal sebagai sekutu lama Trump, Lindsey Graham, juga tak setuju dengan gagasan sang presiden.

"Saya rasa itu bukan gagasan yang baik," tutur Graham kepada CNN.

Trump sendiri ingin mengundur pemilu dengan dalih keselamatan di tengah pandemi Covid-19. Ia tak setuju dengan gagasan untuk menggelar pemilu dengan sistem mail-in.

Dengan sistem ini, warga akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Menurut Trump, sistem tersebut berisiko membuat penghimpunan dan penghitungan suara dalam pemilu tidak akurat.

"Dengan pemilihan mail-in, 2020 akan menjadi pemilu paling tidak akurat dan curang sepanjang sejarah. Akan sangat memalukan bagi AS. Tunda pemilu hingga semua orang dapat memilih secara layak dan aman???" tulis Trump di Twitter.

Senator Partai Republik yang mewakili Texas, Ted Cruz, mengaku memahami kekhawatiran Trump mengenai kecurangan pemilu. Namun, Trump tetap tak punya kewenangan untuk menunda pemilu.

"Kecurangan pemilu adalah masalah serius yang perlu kita hentikan dan lawan, tapi pemilihan tidak boleh ditunda," katanya.

Di sisi lain, Senator Partai Republik untuk Florida, Marco Rubio, menganggap penundaan pemilu dapat merusak kepercayaan rakyat.

"Saya harap dia tidak mengatakan itu, tapi semuanya tidak akan berubah. Kita tetap akan menggelar pemilu pada November dan rakyat harus percaya dengan itu," katanya.

(els/has)