Jejak Kelam Kapal Jepang di Balik Tumpahan Minyak Mauritius

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 14:45 WIB
Perusahaan asal Jepang, Mitsui OSK Lines operator kapal kargo MV Wakashio bukan pertama kali menjadi pihak di balik tumpahan minyak selain di laut Mauritius. Tumpahan minyak dari kapal kargo Jepang berbendera Panama di laut Mauritius. (Foto: AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan minyak asal Jepang, Mitsui OSK Lines yang mengoperasikan kapal kargo MV Wakashio mengaku akan bertanggung jawab atas tumpahan minyak di laut Mauritius. Insiden ini diketahui bukan yang pertama kali menimpa perusahaan Jepang tersebut.

MV Wakashio dimiliki oleh Nagashiki Shipping yang berbasis di Okayama, Jepang bagian barat.

Operator dan pemilik kapal tanker, Nagashiki Shipping yang berbendera panama, menyampaikan permintaan maaf atas kapal kandas hingga memicu tumpahan minyak tersebut. Mereka berjanji akan membantu mengurangi kerusakan di laut Mauritius.


Badan inspeksi ClassNK Jepang pada Maret lalu menyatakan MV Wakashio telah lulus inspeksi tahunan tanpa ada masalah.

Mengutip AFP, pada 2006 lalu, kapal tanker berisi minyak mentah Bright Artemis yang dioperasikan oleh Mitsui OSK Lines juga mengalami kerusakan. Saat itu diperkirakan 4.500 ton minyak mentah dari kapal tanker bocor hingga mencemari Samudera Hindia.

Kebocoran yang terjadi di lepas pantai kemudian membuat tumpahan minyak mencair dan meluap setelah perusahaan beranggapan minyak mentah tidak mungkin mencapai daratan.

Perusahaan yang sama pada 2013 lalu juga terlibat dalam sebuah kecelakaan kecil, ketika sebuah kapal kontainer yang dioperasikannya tenggelam di Samudera Hindia.

Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini mulai mengoperasikan kapal uap antara Nagasaki dan Shanghai pada 1878 melalui rumah dagang Mitsui and Co.

[Gambas:Video CNN]

Namun pada 1884, operasi pengapalan dipindahkan ke perusahaan Osaka Shosen Kaisha Lines, di bawah payung Mitsui zaibatsu. Perusahaan tersebut pada 1930-an secara bertahap memperluas rutenya dengan mengangkut penumpang dan kargo dari Jepang ke kota-kota besar di Amerika Utara dan Selatan, termasuk New York.

Perusahaan kemudian berganti nama menjadi Mitsui Steamship pada 1942 dan mulai melayani jalur pelayaran swasta, termasuk menjadi alat transportasi militer sebelum dan saat Perang Dunia II.

Setelah serangkaian merger dan akuisisi, perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Mitsui OSK Lines pada 1999. Hingga saat ini perusahaan tersebut telah mengoperasikan 740 kapal di seluruh dunia dan mempekerjakan lebih dari 1.000 orang.

Saat ini perusahaan memiliki 11 kapal, termasuk kapal kontainer, tanker, dan bulker.

Nagashiki Shipping memulai bisnisnya sebagai kapal kargo pembawa gara pada 1603 hingga 1868. Bisnisnya kemudian berkembang menjadi kapal angkut bambu, kayu, dan arang yang melintasi rute pesisir.

Kapal tanker yang karam di laut Mauritius diketahui membawa 3.800 ton bahan bakar dan 200 ton solar ketika menghantam karang di Pointe d-Esny pada 25 Juli lalu. Lokasi kejadian merupakan permata ekologi yang terkenal dengan situs konservasi yang dilindungi secara nasional dan internasional.

Kementerian lingkungan hidup Mauritius mengumumkan pekan lalu bahwa minyak telah mulai merembes dari lambung kapal, mengkonfirmasikan kejadian yang terburuk.

Gambar udara menunjukkan skala kerusakan yang sangat besar, dengan hamparan perairan berwarna biru turkis di sekitar kapal yang terdampar kini berwarna hitam pekat.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]