Korut Bersiap Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 08:20 WIB
CSIS Amerika Serikat melaporkan merekam kegiatan Korut yang diduga persiapan uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM). Ilustrasi pantauan peluncuran rudal Korea Utara. CSIS Amerika Serikat melaporkan merekam kegiatan Korut yang diduga persiapan uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM). (AFP PHOTO/JUNG Yeon-Je)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Studi Strategis dan International (CSIS) Amerika Serikat melaporkan merekam kegiatan di Korea Utara yang diduga sebagai persiapan uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM).

Seperti dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, Senin (7/9), CSIS menyatakan mereka melakukan analisis dari citra satelit terhadap dermaga Sinpo di Korut yang memperlihatkan bahwa ada sebuah kapal selam yang saat ini berada di tengah laut. Kapal selam itu sebelumnya sempat digunakan untuk uji rudal beberapa waktu lalu.

CSIS juga menyatakan dari citra satelit terlihat ada dua kapal selam kelas Romeo milik Korut yang berlabuh di Pulau Mayang, di lepas pantai Sinpo.


"Persiapan peluncuran rudal ini kemungkinan besar sejalan dengan perkiraan tentang 'Kejutan Oktober' yang sesuai dengan data sejarah yang memperlihatkan ada kecenderungan lonjakan provokasi menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat," demikian isi laporan tersebut.

Uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan Korut yang bisa memicu kekhawatiran selain peluncuran rudal balistik dari darat.

Apalagi sampai saat ini perundingan terkait pencabutan sanksi dan pelucutan senjata nuklir antara AS dan Korut mandek.

Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menjatuhi sanksi bagi negara dan entitas yang menyediakan bahan baku dan peralatan untuk mendukung misi pengembangan rudal balistik Korea Utara.

Kementerian Keuangan, Perdagangan, dan Luar Negeri AS merinci adanya upaya berkelanjutan yang dilakukan Korut untuk mendapatkan bahan baku pengembangan rudal balistik.

Bahan baku yang dimaksud meliputi truk kehutanan untuk peluncur rudal hingga logam dan bahan baku lain yang digunakan untuk pengembangan roket. AS memperingatkan agar penyedia bahan baku mewaspadai sanksi tersebut.

(Yonhap News Agency/ayp)

[Gambas:Video CNN]