Biden Konsisten Pertahankan Tren Dukungan di Atas Trump

CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 18:35 WIB
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden mempertahankan popularitasnya di atas Donald Trump pada pilpres November mendatang. Joe Biden dan Donald Trump. (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden mempertahankan popularitasnya di atas Donald Trump pada pilpres November mendatang. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terbaru CBS News/YouGov.

Pemilih Biden naik 52% di atas presiden petahana Donald Trump yang hanya 42% . Biden juga tercatat memiliki keunggulan 50% atas Trump di negara bagian medan pertempuran utama Wisconsin yang hanya 44%.

Keunggulan 10 poin dan 6 poin Biden serupa pada saat CBS News/YouGov mengadakan polling kontes sebelum konvensi partai.


Jajak pendapat menunjukkan hasil yang hampir sama setelah konvensi partai kedua calon, hingga protes dan kerusuhan di beberapa kota atas kebrutalan polisi.

CNN melaporkan bahwa Biden memegang keuntungan rata-rata 7 poin atas Trump dalam jajak pendapat yang dilakukan awal tahun. Beda tipis dengan keunggulannya saat ini yang mengumpulkan 8 poin.

Juga tidak jauh berbeda dengan keunggulan 6 poin yang dimiliki Biden atas Trump saat terakhir kali dicatat pada awal Mei.

Rata-rata keunggulan Biden tidak pernah di bawah 4 atau 5 poin atau di atas 10 poin. Itu adalah kisaran yang sangat sempit.

Dengan interval kepercayaan dalam survei sebesar 95%, keunggulan Biden dalam jajak pendapat individu mana pun berada dalam 6,5 poin dari rata-rata 7 poin.

CNN melakukan pengamatan terhadap 19 pemilu sebelumnya sejak 1940 dan menunjukkan bahwa kisaran rata-rata meningkat dua kali lipat dari Januari tahun pemilu hingga awal September tahun yang sama.

Catatan pemungutan suara bergerak liar saat detik-detik akhir ketika seorang penantang berhasil mengalahkan petahana.

Sebagai contoh pada angka pemilih Bill Clinton yang berubah dari dua digit di awal kampanye 1992 menjadi dua digit setelah konvensi partainya.

Pada masa itu, akhirnya Clinton terpilih dan berhasil menumbangkan presiden yang menjabat sebelumnya, George H.W Buss dengan selisih enam poin.

Putaran yang sama dalam pemungutan suara terjadi pada saat dua petahana kalah. Gerald Ford berubah dari mudah menang pada tahun 1976 menjadi turun dengan selisih lebar dan akhirnya kalah 2 poin.

Keunggulan Jimmy Carter menguap selama bulan-bulan awal 1980, tetapi dia mampu menutup defisit dua digit dari Ronald Reagan pada akhir musim panas tahun itu. Akhirnya, Reagan menang dengan 10 poin.

Biden secara konsisten unggul di negara bagian dengan total 270 suara elektoral, termasuk negara bagian yang dimenangkan Hillary Clinton pada 2016 dan Arizona, Florida, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK