Kampanye Pilpres Trump di Nevada Langgar Protokol Kesehatan

Associated Press, CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 14:54 WIB
Presiden AS, Donald Trump, menggelar kampanye pemilihan presiden terbuka dalam ruangan di Nevada dan tidak menaati protokol kesehatan. Ilustrasi pendukung capres petahana Amerika Serikat, Donald Trump, dalam kampanye terbuka. Presiden AS, Donald Trump, menggelar kampanye pemilihan presiden terbuka dalam ruangan di Nevada dan tidak menaati protokol kesehatan. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tetap menggelar kampanye pemilihan presiden terbuka dalam ruangan di Negara Bagian Nevada dan tidak menaati protokol kesehatan.

Kantor berita Associated Press melaporkan, Senin (14/9), kampanye yang digelar pada Minggu (13/9) kemarin diadakan di dalam ruangan. Hal tersebut melanggar protokol kesehatan kampanye di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Selain itu, massa pendukung yang memadati lokasi kampanye sangat padat dan hampir semuanya tidak menggunakan masker. Hanya mereka yang berada di tribun tepat di belakang Trump, yang gambarnya akan ditampilkan di televisi, diwajibkan untuk mengenakan masker.


Dalam pidatonya di tempat itu, Trump bahkan berkata tidak akan ada lagi penguncian wilayah (lockdown) negara. Kebijakan itu, kata Trump, menghancurkan kehidupan dan impian jutaan orang Amerika.

Lebih lanjut dia mengatakan, "Kami akan dengan mudah mengalahkan virus China."

Trump sebelumnya sempat didemo penduduk Tulsa, Oklahoma, karena dianggap gagal mengatasi lonjakan kasus Covid-19 setiap hari. Demo di Tulsa, yang merupakan yang pertama dalam tiga bulan setelah virus Corona mencapai kawasan pesisir AS, menjadi mimpi buruk bagi kampanye tersebut.

Sebab hampir sebagian besar kursi yang disiapkan untuk menampung pendukung kosong karena kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19. Bahkan sejumlah staf Trump juga dinyatakan positif mengidap virus tersebut.

Salah satu pendukung Trump yang terkemuka, pengusaha dan mantan calon presiden Herman Cain, yang hadir dalam kampanye terbuka itu dilaporkan meninggal karena Covid-19 beberapa pekan kemudian. Meskipun tidak jelas apakah dia tertular virus itu di Tulsa.

Menyadari bahwa banyak pendukung tidak nyaman berkumpul dalam kelompok besar di dalam ruangan, di mana virus menyebar lebih mudah, kampanye Trump bergeser untuk menggelar kampanye terbuka di luar ruangan, tetapi dalam jumlah lebih kecil.

Gubernur Nevada, Steve Sisolak, yang merupakan politikus Partai Demokrat, telah membatasi pertemuan tatap muka di dalam dan di luar ruangan menjadi 50 orang sejak Mei. Kebijakan itu dia terapkan berdasarkan pedoman pembukaan kembali kegiatan sosial dari Gedung Putih.

Dia kemudian menyindir apa yang telah dilakukan oleh Trump. Dalam sebuah pernyataan dia menyatakan Trump "mengambil tindakan sembrono dan egois yang menempatkan banyak nyawa di Nevada dalam bahaya."

"Terus terang: dia tidak punya nyali untuk membuat pilihan sulit," kata Sisolak tentang penanganan virus oleh Trump.

"Dia menyerahkan itu pada gubernur dan negara bagian. Sekarang dia memutuskan dia tidak harus menghormati hukum negara bagian kita. Seperti biasa, dia tidak percaya aturan berlaku untuknya," lanjut Sisolak.

Infografis Para Kandidat Pilpres AS 2020

Pemungutan suara pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Calon petahana Donald Trump-Mike Pence yang diusung Partai Republik diperkirakan akan bersaing ketat dengan duet Joe Biden-Kamala Harris dari Partai Demokrat. 

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]