50 Ribu Orang Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di Spanyol

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 04:39 WIB
Spanyol mencatat jumlah kasus corona bertambah 24.462 menjadi 1.879.413 pada Jumat (25/12) lalu. Angka kematian juga naik 298 menjadi 50.122 kasus. Spanyol mencatat jumlah kasus corona bertambah 24.462 menjadi 1.879.413 pada Jumat (25/12) lalu. Angka kematian juga naik 298 menjadi 50.122 kasus. Ilustrasi. (AFP/OSCAR DEL POZO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Spanyol melaporkan angka kematian warga akibat covid-19 menembus 50 ribu orang pada Jumat (25/12) lalu.

Dilansir dari AFP, Selasa (29/12), Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat jumlah kasus infeksi virus corona bertambah 24.462 menjadi 1.879.413 kasus dalam sehari. Jumlah kematian juga naik 298 menjadi 50.122 kasus.

Spanyol merupakan negara dengan kasus kematian covid-19 terbanyak keempat di Benua Eropa. Angkanya di belakang Italia (hampor 72 ribu), Inggris (hampir 71 ribu), dan Prancis (hampir 63 ribu).


Sejak melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) pada akhir Juni lalu, Spanyol berusaha menahan penambahan kasus baru.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memberlakukan kondisi darurat nasional mulai Oktober hingga Mei 2021 untuk meredam gelombang kedua pandemi.

Kondisi darurat sebelumnya diberlakukan pada Maret hingga Juni 2020 untuk melawan gelombang pertama covid-19.

Artinya, pemerintah setempat dapat menerapkan jam malam, membatasi jumlah orang dalam pertemuan dan membatasi pergerakan dari dan menuju kawasan setempat.

Petugas kesehatan menilai kehidupan malam dan pesta sebagai biang keladi naiknya jumlah kasus corona.

Sama seperti negara lain di Eropa, pemerintah Spanyol juga mengimbau warga untuk berhati-hati selama musim libur Natal dan Tahun Baru untuk menghindari penyebaran virus.

Pertemuan keluarga dibatasi maksimal 10 orang pada malam Natal dan Hari Natal. Pembatasan yang sama berlaku pada Tahun Baru.

Pemerintah Spanyol juga telah memulai kampanye vaksinasi pada Minggu (27/12) lalu. Pemerintah menargetkan 15 juta hingga 20 juta dari 47 juta warganya divaksinasi mulai Juni 2021.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK