Iran Beri Rp2,1 M untuk Keluarga Korban Pesawat Salah Tembak

AFP | CNN Indonesia
Kamis, 31 Des 2020 11:04 WIB
Iran mengumumkan akan memberi kompensasi kepada setiap keluarga korban pesawat salah tembak. Puing pesawat Ukraina. (Foto: Emergency Situation Ministry via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengumumkan akan memberi kompensasi kepada setiap keluarga korban pesawat salah tembak.

Pada awal Januari lalu, militer Iran tak sengaja menembak pesawat komersil Ukraina bertipe Boeing 737-800 setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran (8/1).

Iran menyatakan akan memberikan US$150 ribu atau sekitar Rp2,1 miliar untuk setiap keluarga penumpang yang tewas dalam insiden tersebut. Total, peristiwa itu menewaskan 176 orang di dalam pesawat.

"Kabinet menyetujui pemberian US$150 ribu untuk keluarga dan korban dari setiap korban kecelakaan pesawat Ukraina secepat mungkin," kata kepresidenan Iran, menurut kantor berita resmi IRNA, dikutip dari AFP.

Kepresidenan Iran memastikan kompensasi ini tak akan membuat penuntutan terhenti."Kompensasi ini tidak mencegah penuntutan unsur pidana kasus tersebut di hadapan otoritas kehakiman yang berwenang," kata pernyataan itu.

Sementara itu, Ukraina meminta agar penyebab dan pelaku dapat segera diadili.

"(Segera) menetapkan penyebab tragedi dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan saat ini mereka masih menunggu Iran untuk memberikan draf laporan teknis tentang jatuhnya pesawat sesuai dengan perjanjian.

"Situasi ini sangat tidak dapat diterima karena kami berbicara tentang nasib orang yang tidak bersalah," kata juru bicara kementerian Oleg Nykolenko kepada AFP.

Sementara itu, Menteri Transportasi Iran Mohammad Eslami mengatakan laporan kecelakaan terakhir akan segera dipublikasikan.

Mayoritas korban pesawat salah tembak inia dalah warga Iran dan Kanada. Sebanyak 85 diantaranya merupakan warga negara Kanada, beberapa berkewarganegaraan ganda.

(ptj/asa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER