Foto Kamala Harris di Majalah Vogue Tuai Kontroversi

CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 12:19 WIB
Wapres AS terpilih Kamala Harris tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah ia menjadi model foto sampul majalah Vogue. Wapres AS terpilih Kamala Harris. (AP/Carolyn Kaster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih Kamala Harris tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah ia menjadi model foto sampul majalah Vogue.

Netizen menuduh Vogue melakukan pengeditan sedemikian rupa untuk membuat kulit Harris nampak terlihat putih.

Dalam foto sampul yang mulai beredar di media sosial pada Sabtu (9/1) malam tersebut, Harris berpose dengan tangan disilangkan, mengenakan setelan gelap dan sepatu merek Converse dengan latar berwarna merah muda dan hijau.


Vogue juga merilis foto lainnya yang menunjukkan potret Harris mengenakan setelan biru pucat.

"Sampul di sebelah kiri adalah yang paling tidak bermartabat & penghinaan terbesar untuk wanita luar biasa yang menghancurkan banyak langit-langit kaca (pemerintahan AS) & sekarang menjadi wanita paling kuat di AS. Tentunya editor memiliki pandangan yang lebih baik & selera yang lebih baik untuk menahan diri dari tidak menghormati Wakil Presiden (wanita) pertama. Berusahalah," cuit seorang pengguna Twitter.

Kontributor New York Times Wajahat Ali juga mengkritik foto sampul tersebut.


"Benar-benar kacau. Anna Wintour pasti tidak memiliki teman dan kolega orang kulit hitam," cuit Ali di Twitter, merujuk pada pemimpin redaksi Vogue.

"Saya akan memotret Wakil Presiden Kamala Harris secara gratis menggunakan (perangkat) Samsung saya dan saya 100% yakin hasilnya akan lebih baik daripada sampul Vogue ini," ujar dia.

Dilansir The Guardian, Vogue membantah tuduhan tersebut.

Menurut New York Post, Harris dan timnya memiliki kendali atas pakaian, rambut, dan riasannya. Dia memilih setelan jas gelap dan sepatu Converse untuk satu foto, serta setelan celana biru pucat Michael Kors untuk foto lainnya.

Tapi seorang sumber yang dekat dengan pemotretan itu menuturkan Vogue mengubah foto sampul yang telah disepakati bersama.


"Asisten Harris dan Vogue sepakat bahwa jas biru atau latar belakang emas akan menjadi foto sampul. Tanpa memberitahu tim Harris, Vogue mengubahnya menjadi foto (dengan latar) merah muda/hijau yang tidak disetujui oleh tim Wakil Presiden terpilih," tuturnya.

Dilansir dari CBS News, Minggu (10/1), sumber lain menuturkan bahwa potret Harris dengan sepatu Converse awalnya akan digunakan sebagai foto yang lebih kecil, yang akan ditampilkan di dalam artikel Vogue.

Kedua foto itu diambil oleh fotografer terkenal, Tyler Mitchell (26). Perwakilan Mitchell tidak menanggapi permintaan komentar.

"Tim di Vogue menyukai gambar yang diambil Tyler Mitchell dan merasa gambar yang lebih informal menangkap keaslian Wakil Presiden terpilih Harris, sifatnya yang mudah didekati, yang kami rasa merupakan salah satu ciri khas pemerintahan Biden/Harris," kata juru bicara Vogue kepada CBS News.


"Untuk menanggapi keseriusan momen ini dalam sejarah, dan peran yang harus dimainkannya untuk memimpin negara kita, kami merayakan dua gambar dirinya sebagai sampul digital," ucap dia.

Bagi Harris, menjadi model majalah Vogue merupakan sarana untuk mengirim pesan kepada kaum muda kulit berwarna.

"Tidak banyak wanita kulit hitam, apalagi kulit hitam dan Asia Selatan, yang menghiasi sampul majalah kelas atas ini. (untuk Harris), penting bagi pria dan wanita muda, orang kulit berwarna, untuk melihat bahwa ini mungkin," kata seorang sumber yang dekat dengan Harris.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK