China Sebut Tuduhan Genosida Uighur oleh AS Kebohongan Parah

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 05:23 WIB
China membantah AS yang menuding Beijing melakukan genosida atau kejahatan manusia terhadap Muslim Uighur dan kelompok minoritas lainnya Ilustrasi bendera China. (istockphoto/ Rawpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menampik pernyataan Amerika Serikat yang menuding Beijing melakukan genosida atau kejahatan manusia terhadap Muslim Uighur dan kelompok minoritas lainnya. Menurut mereka AS telah melakukan "kebohongan yang keterlaluan".

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan deklarasi yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo itu merupakan "proposisi palsu yang sensasional" selama dia menjabat.

"(Genosida) Tidak pernah terjadi di masa lalu, tidak terjadi sekarang dan tidak akan pernah terjadi di China," kata dia seperti dikutip AFP, Rabu (20/1).


Pompeo mengungkap tudingan perlakuan genosida terhadap etnis Uighur kemarin, tepat sehari sebelum Presiden AS Donald Trump harus menyerahkankan Gedung Putih ke presiden terpilih Joe Biden.

"Saya meyakini genosida masih berjalan, dan kami melihat ada upaya sistematis untuk menghancurkan etnis Uighur oleh negara dan Partai Komunis China," tutur Pompeo.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya ada satu orang Uighur dan Muslim berbahasa Turki yang dipenjara di kamp-kamp Xinjiang.

Para saksi dan aktivis mengungkap China berupaya menghapus paksa adat istiadat Islam pada kelompok Uighur, dan memasukkan budaya mayoritas Han.

Warga dalam kamp konsentrasi itu dipaksa memakan daging babi dan minum alkohol, dua hal yang dilarang oleh keyakinan mereka.

Namun menurut pemerintah China, etnis Uighur dikumpulkan untuk menerima pendidikan dan keterampilan yang bakal membantu meningkatkan kemampuan dan perekonomian mereka.

(fey/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK