Turis Israel Kerap Mencuri Properti Hotel di UEA

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 14:00 WIB
Sejumlah wisatawan asal Israel yang berlibur ke UEA dilaporkan kerap mencuri benda-benda dari hotel yang mereka tempati. Ilustrasi kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (iStockphoto/EXTREME-PHOTOGRAPHER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wisatawan asal Israel yang berlibur ke Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan kerap mencuri benda-benda dari hotel yang mereka tempati.

Dilansir Middle East Monitor yang mengutip surat kabar Yedioth Ahronoth, Jumat (20/1), melaporkan sejumlah pemilik hotel di UEA mengeluhkan kelakuan para pelancong asal Negeri Zionis itu.

Mereka menyatakan hal itu terjadi sebulan setelah kedua negara secara resmi membuka jalur penerbangan langsung, usai perjanjian normalisasi hubungan.


"Kami melayani ratusan tamu dari seluruh negara di dunia, sebagian dari mereka kadang membuat masalah, tapi kami belum pernah melihat ada yang mencuri," kata seorang manajer hotel di gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

"Baru-baru ini kami melihat turis Israel datang ke hotel dan kemudian mencuri handuk, mesin pembuat teh hingga kopi dan bahkan lampu yang disimpan di dalam tas mereka," ujar manajer itu.

Seorang pengusaha Israel yang tidak disebutkan namanya juga heran dengan tingkah rekan satu negaranya saat melancong ke UEA.

"Saya sudah bertahun-tahun mengunjungi UEA dan berbisnis di sana. Bulan lalu saya tiba di hotel tempat saya menginap dan saya kaget ketika melihat ada warga Israel digeledah akibat diduga mencuri barang dari kamar hotel," kata pengusaha itu.

Menurut pengakuan sang manajer hotel, suatu ketika ada satu keluarga asal Israel datang menginap. Saat hendak pulang, petugas memeriksa ada sejumlah barang yang raib dari kamar hotel.

"Ketika petugas hotel menanyakan barang yang hilang itu, mereka malah berteriak. Setelah ditanyai, mereka akhirnya mau membuka tas dan kami kaget ternyata di dalamnya ada handuk, gantungan baju, serta peti es milik hotel. Ketika diancam akan dilaporkan ke polisi, mereka akhirnya bersedia mengembalikannya kepada kami," lanjut sang manajer.

UEA dan Israel sepakat melakukan normalisasi hubungan diplomatik, budaya dan perdagangan. Mereka menyetujui kesepakatan itu melalui penandatanganan Perjanjian Abraham di Gedung Putih pada 15 September 2020.

(Middle East Monitor/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK