Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2021 05:25 WIB
Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa varian baru mutasi virus corona Inggris mungkin 30 persen lebih mematikan dibandingkan jenis sebelumnya. Inggris menyebut varian baru virus corona di sana lebih mematikan dari jenis sebelumnya. (Foto: AP/Bernat Armangue)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa varian baru mutasi virus corona Inggris mungkin lebih mematikan dibandingkan jenis sebelumnya.

"Kami telah diberi tahu bahwa selain menyebar lebih cepat, sekarang juga tampaknya ada beberapa bukti bahwa varian baru mungkin lebih terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi," kata Johnson dalam konferensi pers, Jumat (22/1).

Kepala Penasihat Ilmiah Patrick Vallance mengatakan bukti mengenai mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di London dan tenggara Inggris itu masih 'belum kuat' karena berasal dari serangkaian informasi yang berbeda.


Lebih rinci, Vallance menguraikan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit dengan mutasi baru corona tampaknya tidak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dirawat di rumah sakit dengan jenis virus sebelumnya.

Menurutnya, ketika dirawat di rumah sakit, pasien yang terpapar varian baru corona tidak memiliki risiko yang lebih besar. Namun ada tanda-tanda bahwa orang yang terinfeksi varian corona Inggris secara keseluruhan lebih berisiko.

"Tidak ada bukti nyata peningkatan mortalitas bagi pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun, ketika dilihat dari segi data siapapun yang dites positif, ada bukti bahwa ada peningkatan risiko bagi mereka yang terpapar varian baru, dibandingkan virus lama," terangnya.

Peneliti dari NERVTAG (New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group), Neil Ferguson mengatakan jika varian baru ini kemungkinan 30 persen lebih mematikan jika menginfeksi orang tua. Hal itu lantaran varian baru corona Inggris lebih mudah menular.

"Kemungkinan yang realistis bahwa varian baru corona bisa lebih mematikan, tetapi masih ada banyak ketidakpastian. kami melihat adanya relasi antara risiko kematian bagi orang yang dinyatakan positif terinfeksi varian baru dibandingkan dengan jenis lama," ucapFerguson.

Mengutip Reuters, Vallance mengatakan bahwa untuk seorang pria berusia 60-an, risiko rata-rata adalah bahwa 10 dari 1.000 orang yang terinfeksi diperkirakan akan meninggal. Angka ini meningkat menjadi sekitar 13 atau 14 orang yang diperkirakan meninggal di usia itu dari 1.000 orang dengan varian baru virus corona.

"Saya ingin menekankan bahwa ada banyak ketidakpastian seputar angka-angka ini dan kami membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat," ucapnya.

"Tetapi jelas ada kekhawatiran bahwa ini meningkatkan mortalitas serta risiko penularan."

Varian baru mutasi virus corona pertama kali terdeteksi di London dan tenggara Inggris, diyakini 40 hingga 70 persen lebih cepat menular dibandingkan virus sebelumnya.

Pada Jumat, Inggris melaporkan kenaikan angka kematian akibat Covid-18 bertambah 1.401 jiwa, meningkat dari sehari sebelumnya sebanyak 1.290 kematian. Secara total angka kematian akibat virus corona di Inggris mencapai 95.981.

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona juga naik dalam 24 jam terakhir, bertambah 40.261 kasus baru. Total kasus Covif-19 di Inggris menjadi 3.583.907.

(Reuters/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK