KILAS INTERNASIONAL

Senat Lanjutkan Pemakzulan Trump hingga Penembakan di Klinik

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 06:27 WIB
Senat Amerika Serikat lanjutkan sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump sampai penembakan di klinik AS. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Brendan Smialowski / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (10/2) kemarin. Mulai dari Senat Amerika Serikat sepakat lanjutkan sidang pemakzulan kedua mantan Presiden Donald Trump sampai penembakan di klinik AS. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Senat Tolak Keberatan Trump, Lanjutkan Sidang Pemakzulan

Senat Amerika Serikat memutuskan menolak keberatan yang diajukan kuasa hukum mantan Presiden Donald Trump dan melanjutkan sidang pemakzulan.

Dilansir Associated Press, Rabu (10/2), sebanyak 56 Senator mendukung sidang pemakzulan Trump dilanjutkan, termasuk enam Senator dari Partai Republik. Mereka menyatakan sidang pemakzulan itu sesuai dengan undang-undang dasar.


Sedangkan yang menolak sidang pemakzulan dilanjutkan hanya 44 senator.

Enam Senator Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump adalah Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania, dan Mitt Romney dari Utah.

Dewan Perwakilan mengusulkan pemakzulan sepekan sebelum Trump lengser dari jabatannya.

Mereka menuduh Trump menghasut para pendukungnya melalui ucapannya dalam pidato hingga memicu kerusuhan dan penyerbuan ke Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu.

[Gambas:Video CNN]


2. Inggris Bebaskan Teroris neo-Nazi Termuda

Pengadilan Inggris membebaskan seorang remaja lelaki berusia 16 tahun yang menjadi terpidana termuda kasus terorisme karena memimpin kelompok neo-Nazi.

Dilansir Reuters, Rabu (10/2), terpidana itu mengaku bersalah karena menyimpan dan menyebarkan materi ajaran neo-Nazi. Saat ditangkap pada usia 13 tahun, remaja itu mengaku dia cuma ingin terlihat keren di antara teman-temannya dengan menyebarkan materi neo-Nazi.

Jaksa Penuntut Umum Kerajaan Inggris, Jenny Hopkins, hukuman bagi remaja lelaki itu kini dialihkan untuk menjalani rehabilitasi selama 24 bulan.

"Orang-orang sangat terganggu dengan melihat kenyataan bahwa ada seorang anak berusia 13 tahun menganut ajaran neo-Nazi dan mengumpulkan petunjuk membuat bom hingga senjata api," kata Jenny.

"Dia mengaku tidak mempunyai pandangan rasialisme dan cuma ingin terlihat keren, tetapi bukti-bukti menunjukkan dia bersalah karena menyimpan dan menyebarkan ajaran terorisme," lanjut Jenny.


3. Penembakan di Klinik AS Menewaskan Satu Orang

Seorang korban luka dalam penembakan di sebuah klinik di Buffalo, Minnesota, Amerika Serikat dilaporkan meninggal.

Menurut keterangan Juru Bicara Rumah Sakit Hennepin County di Minneapolis, Christine Hill, satu korban itu meninggal usai kritis akibat luka tembak, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/2).

Sedangkan tiga orang lainnya yang juga dalam kondisi kritis dinyatakan dalam kondisi stabil meski tidak sadarkan diri.

Peristiwa itu terjadi di Klinik Allina. Menurut keterangan Kepala Kepolisian Buffalo, Pat Budke, insiden itu terjadi pada pukul 11.00 waktu setempat.

Menurut Budke, Ulrich diduga sengaja menargetkan tempat itu atau seseorang yang bekerja di klinik tersebut. Motif penembakan diduga karena pelaku kecewa dengan pelayanan klinik.

"Memang pelaku diduga kecewa dengan pelayanan kesehatan yang dia terima," kata Budke.

(ayp/ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK