Indonesia Bantah Dukung Pemilu Ulang di Myanmar

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 14:16 WIB
Kemenlu RI membantah laporan yang menyebutkan Indonesia mendukung pemilihan umum baru di Myanmar pasca kudeta 1 Februari lalu. Sekelompok warga Myanmar berunjuk rasa di depan KBRI di Yangon memprotes sikap RI yang diduga mendukung pemilu ulang. (AP Foto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri RI membantah laporan yang menyebutkan Indonesia mendukung pemilihan umum baru di Myanmar setelah kudeta yang berlangsung pada 1 Februari lalu.

"Posisi Indonesia tidak berubah, tidak ada suatu pergeseran posisi apa pun (soal situasi di Myanmar). Saya tidak tahu apa yang dikutip media, tetapi sejauh yang saya tahu tidak ada proposal seperti itu dari Kemlu RI," kata Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, dalam jumpa pers virtual pada Selasa (23/2).

Faizasyah menuturkan sejauh ini Menlu Retno Marsudi masih terus melakukan konsultasi dengan menlu negara ASEAN lainnya untuk mendorong ASEAN bertindak atas kudeta di Myanmar.


Retno, kata Faizasyah, masih terus mengumpulkan masukan dan perspektif negara ASEAN lain terkait solusi untuk Myanmar.

Karena itu, menurut Faizasyah, masih terlalu dini bagi Indonesia untuk mengajukan gagasan kepada ASEAN soal penanganan krisis politik di Myanmar.

"Saat ini Menlu RI masih berkonsultasi dan mengumpulkan perspektif dan masukan dengan Menlu ASEAN lainnya, setelah itu konsultasi itu akan berkembang menjadi masukan kebijakan yang akan didiskusikan dalam rapat khusus ASEAN (soal Myanmar)," kata Faizasyah.

Meski begitu, Faizasyah tak menyebutkan kapan rapat darurat ASEAN untuk Myanmar itu akan digelar.

Pernyataan itu diutarakan Faizasyah untuk membantah laporan Reuters yang menyebut bahwa Indonesia tengah mencari dorongan negara ASEAN lainnya untuk mendukung Myanmar melakukan pemilihan umum ulang pasca kudeta.

Tiga sumber diplomatik yang mengetahui masalah ini mengatakan gagasan Indonesia tersebut telah mendapat dukungan kuat sejumlah negara.

Sumber itu juga menuturkan dalam proposalnya, Indonesia beranggapan bahwa mempertahankan junta militer berkuasa hingga pemilu baru berlangsung merupakan cara paling realistis membawa Myanmar kembali memiliki pemerintahan dengan sistem perwakilan.

Laporan itu memicu kecaman dan kritik dari banyak pihak, terutama warga Myanmar di media sosial. Sekelompok warga juga dilaporkan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar untuk memprotes sikap Jakarta yang diduga mendukung pemilihan umum ulang yang diserukan militer negara tersebut.

Melalui Twitter, seorang jurnalis Al Jazeera yang merupakan eks koresponden Reuters di Myanmar, Hin Zaw, mengunggah sejumlah gambar yang memperlihatkan kedubes RI di Yangon telah dikepung warga lokal dengan berbagai slogan berbahasa Myanmar.

Sejumlah foto pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang masih ditahan militer juga turut terpampang dalam demonstrasi tersebut.

"Kami tidak butuh pemilu baru!" seruan para pedemo di depan kedubes.

"Kami ingin pemerintah yang telah kami pilih KEMBALI. Hormati suara kami!" bunyi slogan lainnya.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK