AS Pegang Bukti Kunci Peran Pangeran Saudi di Kasus Khashoggi

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 17:10 WIB
Dokumen intelijen AS disebut memiliki bukti kunci yang memperkuat kesimpulan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman perintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi Solidaritas untuk jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokumen intelijen Amerika Serikat disebut memiliki bukti kunci yang memperkuat kesimpulan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) memerintahkan pembunuhan jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi, pada 2018 lalu.

Laporan rahasia itu akan segera dirilis oleh AS pada Jumat (26/2).

Dikutip AFP, menurut The Washington Post, salah satu bukti kunci yang didapat CIA dalam laporan itu berisikan panggilan telepon MbS kepada saudaranya, Khalid bin Salman, yang merupakan duta besar Saudi di AS.


Dalam panggilan telepon itu, MbS disebut menginstruksikan saudaranya memberitahu Khashoggi untuk pergi ke Istanbul dan mengurus dokumen yang ia perlukan di sana.

Bukti kuat lainnya adalah rekaman pembunuhan dari dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul yang didapat intelijen Turki. Rekaman itu dilaporkan benar-benar menjelaskan apa yang terjadi dan membantu pihak berwenang mengidentifikasi para pelaku.

Rekaman itu pun memperkuat adanya komunikasi antara regu pembunuh Khashoggi dan Riyadh.

Khashoggi dinyatakan tewas dibunuh di dalam konsulat setelah sempat dinyatakan hilang saat hendak mendapatkan dokumen pernikahannya di gedung diplomatik itu.

Pria berusia 59 tahun yang telah menjadi warga AS itu sebelumnya telah diberi tahu oleh kedutaan besar Saudi di Washington untuk mengurus dokumen yang ia perlukan di konsulat di Istanbul.

Menurut The Washington Post, sebulan setelah Khashoggi dibunuh, CIA menyimpulkan dengan keyakinan tinggi bahwa MbS telah memerintahkan pembunuhan tersebut.

Namun, akibat AS yang saat itu dipimpin Presiden Trump bertekad ingin menjaga hubungan baik dengan Saudi, Gedung Putih tidak secara terbuka meminta pertanggungjawaban sang pewaris takhta kerajaan Saudi.

Deklasifikasi dokumen rahasia AS ini dilakukan ketika pemerintahan Presiden Joe Biden hendak mengatur ulang hubungan AS dan Saudi.

Sebelum AS merilis dokumen CIA tentang kematian Khashoggi ini, Biden juga telah menelepon Raja Salman pada Kamis (25/2).

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras bahwa kerajaan tak terlibat pembunuhan jurnalis itu.

Riyadh menegaskan pembunuhan itu dilakukan oleh pejabat Saudi dengan perintah gelap.

Sejak namanya terseret kasus ini, MbS berulangkali dengan tegas membantah terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK