Jepang Minta China Setop Tes Swab Anal ke Warganya

Associated Press, CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 07:37 WIB
Jepang meminta China untuk berhenti melakukan tes swab anal bagi warganya karena memicu masalah psikologis. Ilustrasi tes swab. Jepang meminta China untuk berhenti melakukan tes swab anal bagi warganya karena memicu masalah psikologis. (Foto: AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang meminta China untuk berhenti melakukan tes usap (swab) anal untuk mendeteksi Covid-19 bagi warganya. Tokyo mengatakan tes swab anal memicu masalah psikologis bagi warganya.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato mengatakan pemerintah belum menerima tanggapan dari China untuk mengubah prosedur pengetesan.

Kato mengatakan Jepang akan terus meminta China untuk mengubah cara pengujian infeksi virus corona.


"Beberapa orang Jepang melaporkan ke kedutaan kami di China bahwa mereka menerima tes swab anal, yang menyebabkan rasa sakit psikologis yang hebat," kata Kato dalam konferensi pers, Senin (1/3).

Mengutip Reuters, Kato mengatakan tidak diketahui berapa banyak warga Jepang yang menerima tes seperti itu (swab anal).

China menggunakan sampel tes usap yang diambil dari anus untuk mendeteksi infeksi virus corona. Beberapa kota di China telah melakukan pengetesan dengan cara tersebut.

Upaya itu dilakukan saat China meningkatkan penyaringan untuk memastikan tidak ada pembawa potensial virus corona yang terlewat di tengah wabah regional.

Pada akhir Januari lalu, seorang pejabat setempat mengatakan hasil tes swab tenggorokan terhadap pria berusia 52 tahun di Weinan, Provinsi Shaanxi utara, menunjukkan hasil negatif, padahal dia menunjukkan gejala seperti batuk dan kehilangan nafsu makan.

Tetapi dia kemudian dinyatakan positif setelah menggunakan tes swab hidung dan anal.

"Pasien tersebut kini ditempatkan di fasilitas terpusat untuk observasi medis, kemudian dikonfirmasi sebagai pasien Covid-19," kata pejabat itu pada konferensi pers seperti dikutip dari Reuters.

Tes usap lewat dubur membutuhkan penyeka kapas sepanjang 3 sampai 5 sentimeter. Kapas itu dimasukkan ke dalam anus, lalu diputar dengan lembut.

Tes tambahan menggunakan usap anal dapat menghindari kasus infeksi yang hilang, sebab jejak virus dalam sampel feses atau usap anal dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada sampel dari saluran pernapasan bagian atas.

(evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK