Polisi Inggris Dikecam saat Jaga Peringatan Korban Pembunuhan

CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 01:40 WIB
Penanganan polisi di London yang dianggap sarat kekerasan memicu kritik dan kecaman dari pelbagai kelompok. Protes ini buntut dari tewasnya Sarah Everar Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/lolostock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi di London menuai kecaman luas setelah memborgol pelayat dalam upacara untuk seorang perempuan yang dibunuh dalam perjalanan pulang. Kasus ini memicu kemarahan nasional lantaran menyangkut kekerasan terhadap perempuan.

Mengutip AFP, Minggu (14/3), petugas bentrok dengan beberapa anggota dari ratusan orang yang berkumpul di tengah upacara dari seorang perempuan korban pembunuhan. Upacara digelar di dekat lokasi korban yakni eksekutif pemasaran Sarah Everard (33) yang menghilang pada 3 Maret lalu.

Sementara, bentrokan antara petugas dengan pelayat terjadi karena ada kerumunan massa, meski telah diatur larangan berkumul di tengah pandemi Covid-19.


Menteri Dalam Negeri Priti Patel dan Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan telah meminta penjelasan dari kepolisian terkait penjagaan dalam upacara penghormatan untuk seorang perempuan tersebut.

Selain itu, Pemimpin Liberal Demokrat Ed Davey meminta Kepala Polisi Metropolitan Cressida Dick untuk mengundurkan diri. Hal ini dilakukan setelah hilangnya kepercayaan dari jutaan perempuan di London.

Penyelenggara penghormatan untuk perempuan korban pembunuhan tersebut sempat akan dibatalkan usai polisi melarang akibat pembatasan Covid-19. Namun, ratusan orang tetap berkumpul, sehingga ada ketegangan antara polisi dan masyarakat pada Sabtu malam.

Pelayat meneriakkan, 'Dasar tidak tahu malu!' kepada para polisi. Seruan itu lantaran seorang petugas polisi yang diduga terkait pembunuhan tersebut sebelumnya telah diringkus.

Adapun Pemimpin Partai Buruh Keir Starmer menyatakan insiden itu sungguh mengganggu. Ia pun mengkritik cara polisi yang dianggap main hakim sendiri ketika melakukan pengawasan.

Di sisi lain, beberapa pihak ada yang mengikuti penghormatan untuk perempuan korban pembunuhan tersebut, secara virtual. Salah satunya Perdana Menteri Boris Johnson dan rekannya yang menyalakan lilin untuk Everard.

"Saya tidak dapat membayangkan betapa tak tertahankan rasa sakit dan kesedihan mereka. Kami harus bekerja cepat untuk menemukan semua jawaban atas kejahatan yang mengerikan ini," kata dia.

Penyelenggara penghormatan untuk Everard berharap bisa mengumpulkan US$445 ribu untuk penggalangan dana. Uang tersebut akan digunakan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Sebelumnya, Kate Middleton mengunjungi panggung pertunjukan di Clapham Common. Tempat itu sudah berubah menjadi tempat penghormatan bagi korban.

Everard tengah mengunjungi teman-temannya di Clapham dan hendak kembali ke rumahnya di Brixton ketika insiden terjadi. Ia sempat berjalan sekitar 50 menit sebelum kemudian menghilang pukul 21.30 watu setempat.

Kasus tersebut memantik Anggota Parlemen Jess Phillips untuk membacakan nama 118 perempuan yang telah dibunuh tahun lalu.

Diketahui, hilangnya Everard memicu ribuan perempuan membagikan pengalaman intimidasi maupun pelecehan yang dialami ketika berjalan sendirian pada malam hari di kota-kota Inggris dan di seluruh dunia.

Banyak yang juga bertukar catatan tentang pencegahan yang biasa mereka lakukan agar tetap merasa aman saat berjalan sendirian. Sebagian lainnya menyuarakan kemarahan dan rasa frustrasi akan kekerasan terhadap perempuan.

(aud/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK