Mantan Seskab Dipo Alam Serahkan Tiga Lukisannya ke Erdogan

CNN Indonesia | Minggu, 04/04/2021 16:10 WIB
Mantan Sekretaris Kabinet era Presiden SBY, Dipo Alam, menyerahkan tiga lukisannya untuk dihadiahkan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Penyerangan lukisan milik mantan Seskab Dipo Alam kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Sekretaris Kabinet era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dipo Alam memberikan tiga lukisan miliknya kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Penyerahan tiga lukisan kepada Erdogan dilakukan melalui Duta Besar RI Lalu Iqbal di Ankara, Turki.

"Tiga lukisan saya siang ini waktu Ankara Turki telah diserahkan oleh Dubes RI Lalu Iqbal, ke Ibu Negara Turki, Ibu Emine Erdogan, di Ankara yang saya tujukan untuk Presiden Erdogan," ujar Dipo, Minggu (4/4).

Dipo berharap ketiga lukisan miliknya bisa dipajang di galeri seni yang ada Istana Presiden Turki di Ankara.


Ketiga lukisan itu masing-masing berjudul Ortaköy Mosque: A Tranquil Evening, Istanbul, 2017; A Surviving Mosque in Palu, Indonesia, After Liquefaction Earthquake, 2018; dan Mother & Son's Tears of Gratitude to Kızılay's Help in Palu Liqueaction Earthquake, Indonesia, 2018

Dalam surat yang ditujukan kepada Erdogan, Dipo menjelaskan lukisan pertama dibuat sebagai bentuk kesedihan atas serangan teror yang dihadapi Ortakoy di malam tahun baru tahun 2017. Dia menilai tindakan itu sebagai kebiadaban yang benar-benar tidak manusiawi yang membawa kesedihan yang mendalam dalam dirinya.

Lukisan kedua dibuat untuk mengenang gempa dan likuifaksi yang terjadi di Palu pada 2018. Lukisan itu diklaim menggunakan campuran cat dan tanah likuifaksi di Palu. Lukisan menggambarkan sebuah masjid yang masih berdiri kokoh seolah menawarkan diri untuk menjadi tempat perlindungan yang damai dan merangkul orang-orang yang menderita bencana.

Lukisan ketiga untuk melambangkan rasa terima kasihnya kepada bangsa Turki atas bantuan cepat mereka melalui Kizilay dan berbagai organisasi bantuan kemanusiaan selama bencana.

"Dalam hal ini saya sangat tersentuh dengan kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Yang Mulia Bapak Berat Albayrak atas nama Yang Mulia dan orang-orang Turki ke daerah tersebut, yang merupakan menteri tingkat negara asing pertama yang melakukan kunjungan semacam itu," ujar Dipo.

Lukisan untuk Erdogan merupakan hadiah balasan dari Dipo kepada Erdogan. Dalam suratnya Dipo mengenang pemberian Erdogan kepada dirinya berupa satu set buku karya tokoh sufi Jalaludin Rumi, Masnawi.

Hadiah buku itu didapat Dipo dari Erdogan pada sebuah momen di bulan Ramadan di Turki, 2008 silam. Saat itu ia diundang Erdogan dalam kapasitas sebagai Sekjen organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang bergabung dalam D-8.

"Saya masih sangat menghargai buku ini di perpustakaan saya dan membacanya ketika membutuhkan asupan rohani di tengah dunia yang terus berubah ini," ujarnya.

Dipo mengaku sangat terhormat jika Erdogan menerima lukisannya sebagai bentuk apresiasi dari seorang teman di Indonesia. Dia juga berharap yang terbaik untuk Erdogan dalam memimpin bangsa Turki selama tahun-tahun ke depan.

(jps/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK