Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat

CNN Indonesia | Selasa, 06/04/2021 09:16 WIB
Pesawat kargo Ethiopian Airlines yang terbang dari Addis Ababa ke Zambia secara tidak sengaja mendarat di bandara yang sedang dibangun. Ilustrasi pesawat. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat kargo Ethiopian Airlines yang terbang dari Addis Ababa ke Zambia secara tidak sengaja mendarat di bandara yang sedang dibangun.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan pesawat itu mendarat pada Minggu (4/4) di bandara yang belum selesai dibangun di Provinsi Copperbelt, utara Zambia.

Saat ini penerbangan dilayani oleh Bandara Internasional Simon Mwansa Kapwepwe, sekitar 15 kilometer jauhnya.


Sekretaris Kementerian Transportasi Misheck Lungu mengatakan pilot mendarat di Bandara Internasional Copperbelt karena kesalahan.

"Ketika dia akan mendarat, dia berkomunikasi dengan radar dan mereka mengatakan kepadanya, 'Kami tidak dapat melihatmu'," kata Lungu kepada AFP.

"Jadi dia menggunakan penglihatannya karena tidak memiliki kendali dan mendarat di bandara yang masih dalam pembangunan."

Sang pilot kemudian menerbangkan kembali pesawat ke tujuan sebenarnya.

Lungu memastikan tidak ada kerusakan apapun. Kata dia, para penyelidik akan mengeluarkan mengeluarkan laporan komprehensif atas insiden tersebut.

Ethiopian Airlines mengonfirmasi insiden itu dan mengatakan detailnya sedang diselidiki bersama dengan otoritas Zambia.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa pilot belum diberitahu tentang pembangunan bandara baru tersebut.

"Fakta bahwa tidak ada NOTAM (pemberitahuan kepada awak pesawat) dan jarak yang dekat antara kedua bandara itu mungkin telah berkontribusi pada insiden tersebut," kata juru bicara itu.

Zambia adalah produsen tembaga terbesar kedua di Afrika, dengan sebagian besar mineralnya ditemukan di Copperbelt.

Pembukaan bandara baru buatan China di provinsi itu awalnya dijadwalkan pada pertengahan 2020, tetapi tertunda oleh pandemi virus corona.

Setelah selesai, fasilitas senilai $397 juta itu akan memiliki daya dukung yang lebih besar dari pendahulunya, dengan fasilitas yang ditingkatkan dan landasan pacu 3.500 meter.

Penerbangan kargo cukup menunjang Ethiopian Airlines secara finansial selama pandemi. Maskapai penerbangan terbesar di Afrika itu menggunakan kembali lusinan pesawat penumpang sebagai pengangkut barang.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK