China Makin Ketat Awasi Warganet dengan Hotline

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 13:05 WIB
China meluncurkan saluran telepon pengaduan untuk mengawasi warganet yang kritik pemerintah. Ilustrasi. (Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China meluncurkan saluran telepon khusus (hotline) untuk mengadukan komentar warganet yang dinilai mencemarkan atau mengkritik Partai Komunis.

Peluncuran itu dilakukan menjelang ulang tahun ke-100 Partai Komunis China pada Juli mendatang.

Badan Siber China (CAC) menyatakan saluran telepon itu dibuat supaya setiap orang bisa mengadukan sesama warganet yang dianggap memutarbalikkan sejarah partai, mengkritik pemimpin dan kebijakannya, mencemarkan nama baik pahlawan nasional dan menyangkal keunggulan budaya sosialis secara daring.


"Beberapa dengan motif tersembunyi telah menyebarkan kesalahpahaman sejarah nihilistik secara online, dengan kejam mendistorsi, merendahkan dan meniadakan sejarah Partai," demikian isi pemberitahuan itu, mengutip Reuters, Senin (12/4).

Nihilisme historis adalah istilah yang digunakan China untuk menggambarkan keraguan publik dan skeptisisme atas deskripsi Partai Komunis China mengenai peristiwa masa lalu.

CAC berharap mayoritas pengguna internet akan secara aktif memainkan peran mereka dalam mengawasi masyarakat, dan antusias melaporkan informasi yang dianggap berbahaya.

Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui hukuman seperti apa yang akan diberikan kepada orang-orang yang dilaporkan melalui saluran telepon itu. Namun, sejumlah warganet di China dipenjara dan diberi hukuman lain karena mengunggah konten yang mengkritik pemimpin, kebijakan, dan sejarah wilayah itu.

Perubahan undang-undang pada awal tahun ini menetapkan bahwa orang-orang yang menghina, melanggar, memfitnah pahlawan nasional dan martir China diancam hukuman penjara hingga tiga tahun.

Pekan lalu, aparat di provinsi Jiangsu menahan seorang pria berusia 19 tahun akibat menulis komentar daring yang diduga menghina mengenai pendudukan Tentara Kekaisaran Jepang di Nanjing pada 1937.

China sangat ketat mengawasi arus informasi dan kegiatan warganet. Mereka bahkan melarang sebagian besar jaringan media sosial asing, mesin pencari, dan situs berita.

Badan Pemantau Internet di China kerap meningkatkan sensor dan pengawasan daring menjelang perhelatan besar termasuk peringatan sejarah, pertemuan politik, dan kompetisi olahraga.

Situs media sosial China yang meloloskan konten yang dinilai tidak sejalan atau mengkritik pemerintah diganjar sanksi finansial. Pemerintah juga bisa menghentikan sementara sambungan ke situs itu berdasarkan undang-undang saat ini jika terbukti melanggar.

(isa/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK