China hingga Korsel Protes Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 17:15 WIB
Sejumlah negara tetangga, seperti China dan Korsel, memprotes keras rencana Jepang membuang 1,25 juta ton air limbah radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut. Ilustrasi PLTN Fukushima. (AP/Kota Endo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara tetangga, mulai dari China hingga Korea Selatan, memprotes keras rencana Jepang membuang 1,25 juta ton air limbah radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan bahwa pihaknya menganggap keputusan Jepang tersebut mencerminkan sikap yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk melindungi kepentingan publik internasional serta kesehatan dan keselamatan rakyat China, China menyatakan keprihatinan yang besar kepada pihak Jepang melalui saluran diplomatik," kata Zhao seperti dikutip AFP.


Sementara itu, negara tetangga Jepang lainnya, Korea Selatan, menyatakan penyesalan atas keputusan Suga tersebut.

Seoul menganggap langkah Tokyo tersebut bisa mengancam keselamatan rakyatnya dan lingkungan sekitar secara langsung maupun tidak langsung di masa depan.

Dilansir Reuters, Korsel bahkan memanggil Duta Besar Jepang di Seoul, Koichi Aiboshi, terkait pembuangan limbah radioaktif tersebut.

Pejabat Istana Kepresidenan Korsel, Koo Yoon-cheol, mengatakan keputusan Jepang itu "tidak akan pernah diterima" dan hanya membahayakan keselamatan maritim dan masyarakat di negara tetangga.

Selain China dan Korsel, Taiwan juga ikut buka suara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou, mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait rencana Jepang tersebut.

Sementara itu, Amerika Serikat tak menentang keputusan Jepang karena dianggap sesuai dengan aturan internasional.

Namun, AS mewanti-wanti Jepang agar terbuka dalam melakukan proses pelepasan limbah tersebut dan selalu menjunjung tinggi aspek keamanan.

"Kami menantikan koordinasi dan komunikasi lanjutan dari pemerintah Jepang saat mereka memantau efektivitas rencana ini," demikian pernyataan Kemlu AS.

Di sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) justru mendukung langkah Jepang. Menurut IAEA, pelepasan air yang tercemar zat radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut sama seperti proses pembuangan limbah pada situs nuklirnya di dunia selama ini.

"Keputusan hari ini oleh Pemerintah Jepang merupakan tonggak penting yang akan membantu membuka jalan bagi kemajuan berkelanjutan dalam penghentian pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi," kata Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi.

"Kami akan bekerja sama dengan Jepang baik sebelum, selama, dan setelah pembuangan limbah ini."

[Gambas:Video CNN]

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa pembuangan air tercemar radiasi nuklir ini merupakan "tugas yang tidak bisa dihindarkan" dari proses penonaktifan reaktor nuklir yang rusak akibat bencana gempa bumi dan tsunami pada 2011 lalu itu.

Suga mengatakan bahwa penonaktifan reaktor nuklir Fukushima membutuhkan waktu hingga beberapa dasawarsa. Pelepasan limbah nuklir ini sendiri kemungkinan baru akan dilakukan setidaknya dua tahun ke depan.

Pemerintah Jepang memastikan pelepasan air yang tercemar itu aman karena telah diproses untuk menghilangkan hampir semua unsur radioaktif.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK