Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang Gaza

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 16:26 WIB
Seorang mantan tentara Israel berusia 26 tahun membakar diri sendiri akibat menderita stres setelah ikut dalam Perang Gaza pada 2014. Ilustrasi tentara Israel. (AP/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang mantan tentara Israel berusia 26 tahun membakar diri sendiri akibat menderita stres setelah ikut dalam Perang Gaza pada 2014 lalu.

Tentara tersebut bernama Itzik Saidian. Dia disebut datang ke sebuah yayasan khusus menangani tentara korban perang di dekat Tel Aviv dan menyiram dirinya dengan cairan mudah terbakar dan menyalakan api.

"Itu karena tekanan psikologis yang signifikan," kata militer Israel pada Selasa (13/4).


Saidi

an segera dilarikan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Tel Hashomer, dekat Tel Aviv, setelah kejadian berlangsung. Ia saat ini dalam kondisi kritis dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Insiden pembakaran Saidian terjadi pada malam Peringatan Israel untuk veteran perang. Kejadian itu memicu kontroversi mengenai dukungan pemerintah terhadap tentara korban perang, terutama yang mengalami dampak psikologis dan jarang diperhatikan.

Saidian diketahui menderita post-traumatic stres disorder (PTSD) akibat pengabdiannya selama perang antara Israel dan kelompok Hamas, Palestina, di Jalur Gaza pada 2014 lalu.

Sekitar 2.250 orang Palestina dilaporkan tewas dalam perang itu, sebagian besar merupakan warga sipil. Dari sisi Israel, sebanyak 74 orang yang sebagian besar merupakan tentara tewas dalam perang tersebut.

"Dia kerap melihat hal-hal mengerikan dan tidak ada yang merawatnya," kata saudara laki-laki Saidian, Avi Saidian seperti dikutip AFP.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ia "sangat terkejut" dan "bertekad untuk melakukan reformasi total dalam cara kita merawat para veteran yang lumpuh dan terluka."

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz mengumumkan akan membuka penyelidikan untuk mengetahui motif peristiwa tragis ini.

Ia juga berjanji untuk "secara substansial meningkatkan perhatian terhadap tentara yang menderita gangguan psikis pasca-perang."

Israel menerapkan wajib militer terhadap para pemuda mulai 18 tahun. Warga perempuan wajib menjalani wajib militer selama dua tahun, sementara pria selama dua tahun enam bulan.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK