22 Pasien Corona di India Meninggal Kehabisan Oksigen

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 12:19 WIB
Sebanyak 22 orang pasien infeksi virus corona di India meninggal akibat kehabisan oksigen karena kebocoran tangki penampung. Ilustrasi lonjakan pasien infeksi virus corona di India. (REUTERS/DANISH SIDDIQUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 22 orang pasien infeksi virus corona (Covid-19) di India meninggal pada Rabu (22/4) akibat kehabisan oksigen.

Dilansir AFP, Kamis (22/4), ternyata hal itu terjadi akibat kebocoran pada tangki penampung oksigen yang berada di luar Rumah Sakit dr. Zakir Hussain di Nashik, sekitar 200 kilometer dari Kota Mumbai, negara bagian Maharashtra.

Kebocoran itu baru diketahui 30 menit kemudian. Pihak rumah sakit akhirnya sempat memutus sementara aliran oksigen untuk 60 pasien corona yang dalam kondisi kritis yang mengenakan alat bantu pernapasan (ventilator).


"Pasokan oksigen baru pulih setengah jam kemudian dan oksigen tetap dipasok dari tangki itu," kata pejabat daerah Mumbai, Siraj Mandhare.

Dari 170 pasien corona yang dirawat di rumah sakit itu, beberapa di antaranya untuk sementara dipindahkan ke rumah sakit lain.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan turut berduka cita atas kejadian itu.

"Saya sangat sedih atas hilangnya nyawa dalam peristiwa itu," kata Modi dalam cuitan di akun Twitter.

Menteri Besar Maharashtra, Uddhav Thackeray, meminta peristiwa tewasnya 22 pasien diusut.

Padahal pekan lalu Thackeray meminta para pilot di seluruh India untuk mengirimkan pasokan oksigen bagi pasien corona yang berada di wilayah terpencil.

Menurut laporan Reuters kemarin, persediaan oksigen untuk rumah sakit di hampir seluruh wilayah di India menipis akibat lonjakan kasus infeksi corona.

Persediaan oksigen di seluruh rumah sakit pemerintah di ibukota New Delhi dilaporkan hanya cukup untuk delapan sampai 24 jam saja.

Sedangkan nasib persediaan oksigen di rumah sakit swasta lebih miris, yakni hanya cukup untuk lima jam saja.

Selain kelangkaan oksigen, hampir seluruh rumah sakit di New Delhi penuh menampung pasien corona.

Dari 142 rumah sakit, 80 di antaranya sudah tidak bisa menampung lagi pasien rawat inap.

Lonjakan kasus corona di India membuat pemerintah setempat disorot. Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan akan terus berupaya memastikan ketersediaan oksigen bagi pasien corona.

Kasus infeksi corona saat ini terus naik hingga mencapai lebih dari 15 juta orang. Menurut data, satu dari tiga penduduk di India dipastikan positif corona.

Lonjakan itu diduga akibat keteledoran pemerintah yang melonggarkan pembatasan kegiatan di tengah program vaksinasi. Selain itu, masyarakat juga mengabaikan protokol kesehatan seperti enggan mengenakan masker atau menjaga jarak.

[Gambas:Video CNN]

Pada hari ini India mencatat rekor jumlah kasus infeksi harian tertinggi di dunia, yakni mencapai 314.835 orang.

Rumah sakit hingga krematorium di seluruh India dilaporkan nyaris tidak mampu lagi menangani pasien corona. Selain tenaga kesehatan yang terpaksa bekerja mati-matian, kapasitas tempat tidur dan ruang rawat inap hampir tidak sanggup menampung pasien Covid-19.

(ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK