Tilik Kuat Militer Singapura, Pemilik Kapal Selam Penyelamat

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 14:00 WIB
Singapura menjadi sorotan setelah mengirimkan MV Swift Rescue untuk cari KRI Nanggala. Sebagai negara kecil, Singapura dianggap memiliki sistem pertahanan kuat. Ilustrasi MV Swift Rescue. (AP/Ng Eng Hen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura menjadi sorotan setelah mengirimkan kapal laut penyelamat kapal laut MV Swift Rescue untuk membantu pencarian KRI Nanggala-402. Sebagai negara kecil, Singapura memang dianggap memiliki sistem pertahanan yang kuat.

Berdasarkan data Global Fire Power, Singapura menduduki peringkat 40 dari 140 negara dengan kekuatan militer terbesar. Peringkat ini dianggap cukup tinggi bagi negara yang kecil seperti Singapura.

Sebagai negara kecil, Singapura memang kekurangan sumber daya dan alam lainnya dibanding negara-negara besar. Meski demikian, perekonomian Singapura sangat kuat.


Demi kelangsungan hidup dan pembangunan, Singapura sangat bergantung pada lingkungan kawasan yang damai dan stabil.

"Mengingat keadaan strategis kita, pertahanan yang kuat diperlukan untuk memastikan bahwa kita menikmati perdamaian dan stabilitas, dan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial kita dilindungi," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Singapura.

Mengutip dari berbagai sumber, berdasarkan data pada 2020, jumlah personel angkatan bersenjata Singapura mencapai 386.000. Angka itu terdiri personel aktif sebanyak 72.500 dan personel cadangan 312.500.

Angkatan Darat Singapura memiliki 196 tank, 2.860 kendaraan tempur baja, 204 artileri, 48 artileri swa-gerak, dan 18 roket artileri.

Untuk Angkatan Udara, Singapura memiliki 273 alutsista, yang di antaranya terdiri dari 84 helikopter, 100 pesawat multiperan, 27 pesawat tempur.

Sementara itu, Angkatan Laut Singapura memiliki 6 fregat, 6 korvet, dan 4 kapal selam. Salah satu kapal selam itu adalah wahana bawah air untuk penyelamatan yang dibawa di kapal MV Swift Rescue.

Sebagaimana dilansir dalam laman Kementerian Pertahanan Singapura, MV Swift Rescue mampu melaju dengan kecepatan 12 knot, memiliki panjang hingga 85 meter, beam 18 meter, berat 4.300 ton, dan mampu mengangkut 27 kru.

[Gambas:Video CNN]

MV Swift Rescue diklaim sanggup beroperasi secara berkelanjutan selama empat minggu. Dengan demikian, kapal itu cocok untuk operasi kompleks dan berjangka panjang.

Sebagai kapal penyelamat, MV Swift Rescue dilengkapi dengan ruang perawatan hiperbarik dan dek helikopter. Kapal milik Singapura itu juga menyediakan opsi perawatan darurat dan evakuasi. Ruang dekompresi dapat memuat 40 orang.

Bagian terpenting dari kapal itu adalah kapal penyelamat submersible Deep Search and Rescue Six (DSAR 6). Diluncurkan dari kapal induk, DSAR 6 mampu menyelam hingga ratusan meter dan terhubung dengan kapal selam yang rusak dan kemudian membawa kapal ke tempat yang aman.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK