Duterte Disuntik Dosis Pertama Vaksin Corona China

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 07:46 WIB
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, disuntik dosis pertama vaksin corona Sinopharm buatan China. Ilustrasi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, disuntik dosis pertama vaksin corona buatan perusahaan farmasi China, Sinopharm, pada Senin (3/5) kemarin.

Dilansir Reuters, Selasa (4/5), Duterte melakukan hal itu dengan alasan untuk menggugah masyarakat setempat supaya mau menjalani vaksinasi guna menghentikan penyebaran virus corona.

Proses penyuntikan vaksin corona terhadap Duterte ditayangkan secara streaming melalui media sosial Facebook.


"Saya merasa baik-baik saja dan sudah menunggu giliran vaksinasi sejak lama," kata lelaki berusia 76 tahun itu.

Padahal, sampai saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina belum memberikan izin penggunaan darurat terhadap vaksin corona Sinopharm. Lembaga itu hanya memberikan pengecualian penggunaan 10 ribu dosis vaksin itu.

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque.

Duterte berulang kali juga menyatakan lebih condong untuk menggunakan vaksin corona dari China dan Rusia.

Sampai saat ini Filipina membeli vaksin corona dari perusahaan farmasi Sinovac Biotech yang juga berasal dari China, sebanyak 1.9 juta dosis. Mereka memulai program vaksinasi pada 1 Maret lalu.

Pemerintah Filipina berencana melakukan vaksinasi terhadap 70 juta orang dari 108 juta penduduk, demi tercapainya target kekebalan kelompok. Jika berhasil, maka mereka berharap bisa secepatnya kembali membuka kegiatan perekonomian yang lesu akibat pandemi.

Akan tetapi, menurut hasil jajak pendapat Pulse Asia, enam dari sepuluh warga Filipina enggan divaksin karena khawatir dengan keselamatan mereka. Survei itu melibatkan 2.400 responden dan digelar pada 22 Februari hingga 3 Maret lalu.

Dalam survei dengan topik yang sama pada November 2020, 47 persen penduduk Filipina enggan divaksin corona.

(ayp/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK