WHO Masukkan Varian Covid India ke Kategori Lebih Menular

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 02:15 WIB
WHO memasukkan varian Covid-19 asal India, B1617, ke dalam kategori variant of concern (VOC) yang lebih menular dari virus corona biasanya. Ilustrasi. (iStockphoto/oonal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan varian virus corona asal India, B1617, ke dalam kategori variant of concern (VOC) yang lebih menular dari virus corona biasanya.

"Kami mengklasifikasikan ini [B1617] sebagai variant of concern di tingkat global. Ada sejumlah informasi yang mengindikasikan peningkatan penularan," ujar pemimpin teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, seperti dikutip Reuters, Senin (10/5).

Meski WHO juga menemukan sejumlah kasus yang menunjukkan varian ini menular lebih cepat, mereka masih harus melakukan kajian lebih lanjut.


"Meski ada peningkatan penularan yang terlihat di kajian awal, kami perlu lebih banyak informasi mengenai varian virus ini dan turunannya," ucap Kerkhove.

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, juga mengatakan bahwa saat ini timnya sedang melakukan tinjauan di India untuk menyelidiki tingkat penularan B1617 dan tingkat keparahan penyakit yang dibawanya.

Selain itu, tim ilmuwan WHO di India juga sedang mempelajari kemungkinan respons varian B1617 terhadap orang yang sudah divaksinasi.

"Yang kami tahu sampai sekarang, vaksin masih berfungsi. Diagnostiknya masih bekerja untuk perawatan yang digunakan untuk virus yang biasa, jadi tak perlu mengganti [program vaksinasi]," ucap Swaminathan.

Pada bulan lalu, WHO mengungkap bahwa virus corona varian B1617 ini sudah ditemukan di 17 negara. Indonesia juga sudah melaporkan sejumlah kasus B1617.

Saat itu, WHO masih memasukkan varian B1617 ke kategori Variant of Interest (VOI), atau klasifikasi di mana mutasi terbukti menyebabkan penularan pada banyak kasus dan klaster di berbagai belahan dunia.

VOI dapat berubah menjadi Variant of Concern (VOC) jika mutasi terbukti memiliki tingkat penularan dan keparahan lebih tinggi, yang lantas menambah ancaman pada mekanisme penanganan kesehatan saat ini.

Varian Covid-19 B1617 ini sendiri pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020 lalu. Kehadiran varian baru ini disebut-sebut sebagai salah satu penyebab peningkatan drastis kasus Covid-19 di India dalam beberapa waktu belakangan.

[Gambas:Video CNN]

Hingga kini, India masih dilanda gelombang dua pandemi Covid-19.Rumah sakit masih kewalahan melayani pasien Covid-19 yang terus berdatangan, sementara pasokan oksigen juga masih kurang.

India pun melaporkan lebih dari 4.000 kematian akibat Covid-19 dalam dua hari berturut-turut pada Sabtu hingga Minggu lalu.

Secara keseluruhan, India sudah melaporkan 22,7 juta kasus Covid-19 dengan 246 ribu orang meninggal dunia.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK