Bentrok Besar Israel-Palestina Tewaskan 35 Orang

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 10:27 WIB
Aksi saling serang antara Hamas dan Israel dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan 35 orang, dengan mayoritas di antaranya penduduk Palestina. Sejak pekan lalu terjadi bentrokan antara Israel dan Palestina yang telah menewaskan puluhan orang. (AP/Adel Hana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan udara Israel menewaskan sebanyak 32 warga Palestina di Gaza dan sementara serangan dari kubu Palestina menewaskan 3 orang warga Israel. Ini merupakan serangan paling berat antara Israel dan Hamas sejak perang 2014 di Gaza.

Satu bangunan tempat tinggal bertingkat di Gaza runtuh dan satu lagi rusak berat setelah terkena serangan udara berulang Israel. Sementara Israel menyebut pihaknya menargetkan serangan pada Hamas, termasuk pusat intelijen dan situs peluncuran roket.

Hingga Rabu (12/5) pagi, warga Gaza melaporkan rumah mereka bergetar dan langit terang berkat serangan Israel, peluncuran roket dan rudal.


Sementara itu, sayap bersenjata Hamas mengatakan pihaknya menembakkan 210 roket ke arah Beersheba dan Tel Aviv sebagai balasan atas pemboman gedung menara di Gaza City.

Bentrok ini terjadi setelah berlangsung ketegangan berminggu-minggu di Yerusalem selama bulan Ramadan. 

Utusan perdamaian Timur tengah PBB, Tor Wennesland mendorong kedua pihak menghentikan serangan, yang bisa mengarah pada perang. Menurutnya para pemimpin harus bertanggung jawab  mengurangi bentrokan (de-eskalasi).

"Efek perang di Gaza sangat besar dan dibayar oleh warga biasa. PBB bekerja dengan semua pihak untuk memulihkan ketenangan. Hentikan kekerasan sekarang," kata Wennesland lewat akun Twitter pribadinya.

Pada Selasa (11/5) Gedung Putih mengatakan Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri dari serangan roket.

Namun mereka juga menekan Israel untuk memperhatikan keselamatan warga sipil Palestina dan mengatakan Yerusalem harus menjadi tempat hidup berdampingan.

Menurut sebuah sumber yang dekat dengan strategi AS, AS sempat menunda upaya Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan pernyataan, karena dianggap berbahaya bagi upaya mengakhiri kekerasan di belakang layar.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mendesak baik Israel dan Palestina tenang dan "menahan diri".

"Hilangnya nyawa, hilangnya nyawa Israel, hilangnya nyawa orang Palestina, itu adalah sesuatu yang sangat kami sesali. Kami mendesak de-eskalasi untuk segera menghentikan bertambahnya korban jiwa," ujar Price seperti dikutip dari Reuters.

Pada Selasa (11/5), kantor Menteri Kesehatan Gaza menyebut 32 tewas karena serangan, tapi radio rekanan Hamas menyebut ada tambahan tiga korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan udara Israel di apartemen, sebelum pukul 2 pagi Rabu ini.

Pimpinan politik israel dan militer mengatakan mereka sudah membunuh lusinan militan dan menembak gedung yang dipakai Hamas.

Menteri Pertahanan Benny Gantz berkata Israel telah melakukan "ratusan" atau serangan dan bahwa "gedung-gedung akan terus runtuh".

(els/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK