Israel Terus Gempur Gaza, 12 Rumah Diduga Milik Hamas Hancur

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 13:47 WIB
Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, menghancurkan 12 rumah diduga milik komandan milisi Hamas. Ilustrasi penduduk Jalur Gaza, Palestina, menunaikan salat di antara reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel. (AFP/MAHMUD HAMS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat tempur Israel kembali menggempur Jalur Gaza, Palestina, pada Selasa (18/5) hingga menghancurkan 12 bangunan tempat tinggal.

Menurut surat kabar The Jerusalem Post, 12 rumah tersebut diduga milik sejumlah komandan senior Hamas.

Seorang reporter kantor berita Anadolu yang menjadi saksi menuturkan bangunan 6 lantai di dekat sekolah yang dikelola Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Al-Rimal, barat Gaza, juga ikut hancur dalam serangan tersebut.


Serangan udara Israel itu menargetkan dua rumah di Kota Rafah dan Khan Younis, selatan Gaza.

Jet-jet tempur Israel juga membombardir sebuah bangunan yang diduga merupakan rumah peristirahatan di barat Kota Rafah.

Israel memang bertekad terus meluncurkan serangan ke Gaza sampai dapat menghancurkan kemampuan sayap militer Hamas, Brigade Izzudin Al-Qassam, dan kelompok milisi lain di wilayah itu.

Angkatan Bersenjata Israel (IDF) pun terus membombardir Jalur Gaza dengan serangan udara meski komunitas internasional mendesak gencatan senjata.

"Pertempuran tidak akan berhenti sampai kami menciptakan ketenangan total dan jangka panjang," kata Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, dalam sebuah pernyataan video yang dikutip Reuters.

Dalam rekaman itu, Gantz turut menyalahkan Hamas atas konfrontasi yang kembali memburuk di perbatasan Jalur Gaza dalam sepekan terakhir.

Menurutnya, ketegangan itu merupakan eskalasi terburuk dalam konflik Israel-Palestina dalam beberapa tahun terakhir.

Israel mengklaim lebih dari 3.450 roket ditembakkan dari Gaza ke wilayahnya. Meski demikian, sebagian besar roket itu tidak mencapai target dan sisanya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Mereka juga mengklaim menewaskan 130 personel Hamas dan 30 anggota milisi Jihad Islam.

Petugas medis di Jalur Gaza mengatakan sejauh ini 217 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel, termasuk 61 anak-anak dan 36 perempuan.

Setidaknya 450 bangunan di Gaza hancur atau rusak parah, termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan primer, akibat rudal Israel.

Militer Israel terus mengklaim serangan mereka tidak ditujukan untuk warga sipil, melainkan hanya menargetkan milisi dan sejumlah lokasi yang diklaim menjadi terowongan atau gudang senjata milisi Palestina di Jalur Gaza.

Akan tetapi, serangan Israel di Jalur Gaza menghancurkan 18 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik hingga laboratorium untuk pemeriksaan spesimen virus corona.

Selain itu, serangan Israel di Gaza juga menghancurkan gedung yang menampung sejumlah perwakilan kantor berita asing.

[Gambas:Video CNN]

(rds/ayp/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK