17 Jurnalis Gaza Diblokir dari WhatsApp usai Gencatan Senjata

CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 08:10 WIB
Belasan jurnalis di Jalur Gaza mengeluhkan bahwa akun WhatsApp mereka diblokir beberapa jam setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pekan lalu. Ilustrasi WhatsApp. (antonbe/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belasan jurnalis di Jalur Gaza, Palestina, mengeluhkan bahwa akun WhatsApp mereka diblokir beberapa jam setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada pekan lalu.

Associated Press melaporkan bahwa mereka menghubungi setidaknya 17 jurnalis Gaza yang mengaku bahwa mereka tak dapat mengakses WhatsApp sejak pekan lalu.

Belasan jurnalis itu mengeluh karena selama ini WhatsApp merupakan sarana komunikasi utama mereka agar bisa mendapatkan informasi dari editor dan sumber-sumber mereka di kawasan perang tersebut.


Para wartawan itu mengaku sudah tidak dapat mengakses WhatsApp sejak Jumat pekan lalu. Hingga Senin (24/5), baru empat orang yang akhirnya bisa mengakses WhatsApp.

Setidaknya 12 dari 17 jurnalis itu bergabung dalam grup percakapan untuk berbagi informasi mengenai operasi militer Hamas.

Salah satu jurnalis lepas yang kini tak bisa mengakses WhatsApp, Hassan Slaieh, menduga akunnya diblokir karena bergabung dalam grup bernama Hamas Media tersebut.

"Ini berdampak pada pekerjaan dan pemasukan saya karena saya kehilangan kontak dengan sumber dan orang-orang lainnya," ucap Slaieh.

Hamas sendiri merupakan faksi Palestina yang menguasai Jalur Gaza. Mereka dilabeli sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat, di mana markas perusahaan induk WhatsApp, Facebook, kini berada.

Seorang juru bicara WhatsApp mengatakan bahwa perusahaannya memblokir akun-akun WhatsApp itu sesuai dengan kebijakan "untuk mencegah kekerasan dan sesuai dengan aturan."

WhatsApp juga mengaku sudah berkoordinasi dengan kantor-kantor media selama sepekan belakangan mengenai keputusan tersebut.

"Kami akan memberikan akses kembali kepada para jurnalis jika mereka terkena dampak kebijakan tersebut," demikian pernyataan WhatsApp.

[Gambas:Video CNN]

Dua jurnalis dari Agence Frane-Presse (AFP) juga mengaku sudah berhubungan dengan WhatsApp untuk mengatur agar akun mereka tak lagi diblokir.

Belakangan, memang kerap muncul laporan mengenai grup-grup WhatsApp yang digunakan untuk memicu kekerasan.

The New York Times juga melaporkan bahwa ada setidaknya 100 grup WhatsApp yang digunakan oleh kelompok ekstremis Yahudi di Israel untuk menggalang kekuatan melawan warga Palestina di negara mereka.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK